Showing posts with label Chit Chat. Show all posts
Showing posts with label Chit Chat. Show all posts

Thursday, October 23, 2008

My Guitar Chronicles

Gitar pertamaku kuperoleh sekitar seminggu sebelum aku melaksanakan ebtanas SMP tahun 1995. Beda dengan orang tua lain yang memacu anaknya untuk berkutat dengan buku di saat detik-detik akhir menuju ebtanas, Bapak malah membelikan aku gitar yang tentu saja membuat hatiku berbunga-bunga. Ga tahu ini coba-coba atau memang trik yang sudah teruji, yang jelas tindakan Bapak ini memberikan hasil positif berupa NEMku yang tertinggi di sekolahku.

Seingatku gitar itu bermerk Osmond dengan senar nylon. Aku membelinya sore hari di toko olah raga di kota Pekalongan. Aku lupa belinya bareng kakak atau Bapak.

Setelah gitar di tangan, mulailah ia menjadi daftar tetap barang yang harus ada di dekatku. Tuh gitar punya tempat istimewa di pojokan kamar n kadang ikut nemenin kongkow di pinggir jalan raya depan gang rumah.

Dia setidaknya mengalami 2 kali operasi. Yang pertama adalah operasi penggantian senar dari senar nylon ke senar steel. Berikutnya operasi penggantian senar steel ke senar steel untuk gitar elektrik. Ini gara-gara terpengaruh oleh Inuk tetangga depan gang rumah yang sekarang sedang kuliah S2. Katanya, kalau pake senar gitar elektrik suaranya jadi enak n lebih awet. Dan itu memang benar. Seingatku, tuh senar gitar elektrik harganya 30ribu dan aku belinya iuran ma adikku.

Tahun 1998, saatnya aku hijrah ke Yogya untuk kuliah. Gitar ga kubawa karena adikku lebih sering n jago memakainya daripada aku yang dari pertama belajar levelnya masih segitu-gitu aja :D

Perpisahan dengan gitar pertamaku memberikan rindu yang tak berkesudahan. Untuk mengobatinya, terkadang aku main ke kost-kostan teman yang punya gitar. Lumayan lah bisa sedikit genjrang genjreng sambil nyanyi dengan suara yang rada merdu alias banyak falsnya :D

Rindu dengan gitar pertamaku terobati ketika akhirnya adik juga harus hijrah ke Yogya untuk kuliah tahun 2002. Gitar harus dibawa karena kalau ditinggal, ga ada yang memainkannya.

Adik hijrah bukan hanya membawa gitar, tapi juga komputer intel pentium III 733MHz yang pada akhirnya nanti menjadi alasan kenapa akhirnya aku mulai melupakan rasa rindu pada gitar pertamaku. Rasa rindu itu pindah secara berlahan, dari gitar ke komputer dan sebuah mahkluk yang bernama internet.

Tahun 2005 aku mulai mengalami hidup yang sesungguhnya, yaitu bekerja untuk menghidupi diri sendiri. Sudah bisa dipastikan, waktu untuk bermain gitar berkurang dan aku mulai mengganggapnya menjadi bukan barang yang harus ada di sekitarku.

~~~0~~~



Selama di Jakarta, aku belum pernah memegang gitar. Pernah megang sekali, gitarnya Fery yang ga ada senarnya :D Entah sejak kapan, aku mulai bisa hidup tanpa gitar.

Beberapa bulan yang lalu, aku bersama Fery (OB sekolahku) belanja ATK sekolah. Di toko ATK, ada gitar akustik seharga 160rb. Terpikir untuk punya gitar, aku mengajukan proposal ke istri namun istri langsung menolaknya.

Minggu lalu, Alhamdulillah aku dapat rejeki lebih. Ketika kukasihkan ke istri, istri menjawab, "Uangnya dipake Mas aja". Saya sudah memaksa, istri tetap bersikukuh uang untuk saya aja. Betul-betul istri yang mengerti suami :D

Kemarin sore akhirnya uang itu kubelikan gitar akustik merk Yamaha abal-abal :D Tadinya saya tertarik untuk membeli gitar yang harganya 120an ribu, tetapi karena kualitasnya meragukan dan istri memberi pertimbangan beli yang agak bagusan, akhirnya terbeli juga tuh gitar seharga 200an ribu. Ga tahu kemahalan atau ga tuh.

Gitarnya sih lumayan keren n tipis. Cuma ada sedikit masalah, Fretboardnya terlalu sempit sehingga jari saya terkadang menyentuh senar yang tidak seharusnya disentuh. Semoga ini hanya masalah kebiasaan saja.


Ini nih gitar Yamaha abal-abal itu.


Setipis ini nih gitarnya. Itu yang putih flashdisk Kingston DataTraveler 1 GB. Kalau belum pernah lihat flashdisk ini, bayangkan aja tusuk gigi, panjangnya setara kok.


Kecil banget kan fretboardnya?


See U Soon.

Tuesday, July 15, 2008

Happy Wedding Day

Hari ini tepat 2 tahun saya menikah. Alhamdulillah, perjalanan di tahun kedua ini semakin indah. Apalagi setelah ada Kafin Hirzal Haq, anak pertama kami.

Mencoba merenungi apa yang sudah saya berikan ke keluarga selama ini, rasanya sangat belum cukup. Saya terkadang masih asyik ngoprek Linux di saat istri main ma Kafin. Kadang masih ngrengek minta laptop padahal dana lebih dibutuhkan untuk tabungan tempat tinggal :D dan lain sebagainya.

Tapi belakangan ini saya dah mulai sadar kok. Saya dah mulai bisa memenangkan Kafin daripada Linux meski rengekan laptop terkadang masih terdengar sayup-sayup :D

Beberapa hari yang lalu, seingat saya, Istri pernah memuji bahwa saya sudah bisa jadi Ayah yang hebat. Ini sudah tentu berkaitan dengan totalitas saya memenangkan Kafin dari segala macam godaan apapun. Sekarang saya paling telat sampai rumah Maghrib, inipun dengan alasan yang jelas. Dulu sering saya sampai rumah jam 21an dengan alasan (agak) banyak kerjaan ditambah (banyak) main OpenArena :D Sekarang Istri sudah bisa main game krece-krece hasil downloadan saya, yang berarti dia bisa sedikit santai di saat saya ngurusin Kafin (sambil baca artikel di laptop (sekolah) yang dibawa pulang).

Dilihat dari sisi Kafin, perjalanan 2 tahun ini bisa dibagi menjadi 3 fase. Fase pertama adalah fase menunggu Kafin selama 8 bulan. Fase kedua adalah fase Kafin ada di perut Bundanya selama 8 bulan (Kafin prematur). Dan yang terakhir fase kehadiran Kafin di dunia selama 8 bulan juga.

Flashback ke dua tahun yang lalu, saya menikah dalam kondisi tidak punya pekerjaan. Sebelum menikah, saya sudah mengajar di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta selama 1,5 tahun. Bapak mertua mengutarakan bahwa beliau merestui saya menikah dengan putrinya dengan syarat putrinya tidak jauh dari dia.

Tentu ini dilema bagi saya. Menikah berarti meninggalkan pekerjaan karena ga mungkin saya pulang pergi Yogya - Jakarta tiap minggu sekali hanya untuk ketemu sang Istri tercinta. Ini jelas boros biaya dan makan hati plus menghilangkan makna menikah di mana seharusnya si pasangan hidup bersama.

Ga menikah berarti saya gak realistis dan egois.
Kok bisa?
Ya bisa lah.
Saya ga realistis karena saya adalah sarjana pendidikan yang nantinya bakal bekerja sebagai seorang guru. Sudah bukan rahasia umum, bahwa gaji guru itu (sangat) kecil. Saya memilih untuk menikah dan meninggalkan pekerjaan karena saya berfikir jika saya menunda menikah dan tetap mempertahankan pekerjaan, saya ga akan memperoleh apapun.

Seandainya saya bersikukuh untuk menunda menikah dan menabung dulu, tabungan itu juga ga akan bertambah secara signifikan karena gaji guru kecil. Menabung untuk persiapan menikah (rumah dan segala isinya) akan mungkin jika saya seperti tokoh sinetron di negeri ini. Umur 20an, dah jadi dokter plus punya rumah n mobil mewah. Lha saya??? Guru??? Mau nabung untuk beli rumah plus mobil mewah?? Bisa jadi perjaka tua saya :D

Ini semua bukan berarti saya ga nabung sama sekali. Tabungan dari gaji saya cukup untuk membiayai pernikahan dengan segala tetek bengeknya tanpa berusaha merepotkan orang tua. Meski, Alhamdulillah peran dari Kakak dan Adik serta berbagai pihak tidak bisa dipungkiri.

Keadaan ini saya bicarakan ke (calon) Istri dan ia bisa menerima. Istri setuju kami menikah di saat saya belum punya rumah dan mobil mewah daripada pilihan lainnya (saya jadi perjaka tua ^-*). Seeeep dah.

Saya egois kalau memilih tidak menikah karena alasan usia Istri. FYI, usia terbaik bagi wanita untuk melahirkan keturunan yang berkualitas adalah di antara 20 sampai 30 tahun. Seandainya saya ga menikah, berarti saya membuang masa keemasan Istri untuk bisa memberikan buah hati yang berkualitas. Demi Allah, uang bisa dicari. Tapi sebanyak apapun uang, ia tidak bisa membeli waktu yang telah lewat.

Usia Istri dan kualitas buah hati lah yang menjadi alasan saya untuk mengambil keputusan menikah dengan segala resikonya. Buat apa menunda menikah ketika uang yang saya cari belum tentu terkumpul dan usia (calon) Istri jelas akan bertambah?

Kata temen saya yang Ustad sih, Allah akan menjamin rejeki bagi hambanya yang ingin menikah atau menuntut ilmu. Dan saya sudah membuktikan ini.

Saya mengalami kondisi ga punya kerjaan (setelah menikah) selama 2 minggu. Setelah itu, sesuai janjiNya, Allah memberikan saya pekerjaan dari arah yang ga pernah saya sangka. Alhamdulillah.

Ehmmmmm terus apa ya?
Oh ya, jadi bagi Anda yang masih berfikir untuk nabung demi rumah dan mobil mewah daripada usia Istri dan kualitas buah hati, pesan saya cuma satu. "Shame on You" :D

See U soon.

Thursday, June 26, 2008

Legalistas Mp3

Setidaknya ada 2 legalitas pada file mp3. Yang pertama legalitas pada format filenya dan yang kedua pada isi filenya.

Mp3 ditemukan oleh Fraunhofer IIS pada tahun 1990an. Mp3 merupakan file audio yang sangat populer sehingga ketika para penggantinya muncul, dia tetap merupakan file audio yang digunakan secara umum. Mp3 bukan type file yang gratis (bebas). Fraunhofer IIS sebagai pencipta mp3 mensyaratkan agar semua software yang dapat memainkan ataupun menghasilkan mp3 harus membayar "iuran suka rela" ke mereka (mp3licensing.com). Bentuk iuran suka rela ini (suka ga suka harus rela) tentu saja membuat gerah komunitas opensource dan mereka menciptakan Ogg yang tentu saja tanpa iuran suka rela. Sayangnya, sampai detik ini popularitas ogg masih di bawah mp3.

Isi mp3 juga merupakan kondisi syarat legal atau tidaknya mp3. Isi mp3 menjadi legal ketika kita punya sumber asli isi mp3 yang kita dapatkan dengan membeli alias tidak membajak. Analoginya, kalau saya beli kaset Joe Satriani - The Extremist dan saya punya ipod, terus saya nyari mp3 album tersebut di internet n saya masukkan di ipod, maka mp3 itu tergolong legal (dilihat dari isi filenya) karena saya punya sumber isi filenya yang asli (kaset).

Pada saat kumpul-kumpul dengan pengguna Linux, saya sempat tersenyum kecut ketika ada pengguna Linux yang karena sangat tergila-gila dengan opensource sampai-sampai dia mengubah semua file mp3nya menjadi ogg. Maksud saya, lha apa gunanya pake ogg kalau ternyata isi dari filenya merupakan hasil bajakan juga? Meskipun ini lebih baik sih daripada pake mp3 yang isinya juga bajakan :D

Yang ideal sih, tipe filenya legal (ogg) dan isinya juga legal.
Pertanyaannya : Emang ada yang kayak gituan? Tipe filenya legal, isinya legal, gratis pula?
Jawabannya : Ada. Silahkan cek http://jamendo.com/en

See U Soon.

Monday, May 12, 2008

Firefox Jangan Ditutup

Apaan tuh Firefox jangan ditutup?
Firefox jangan ditutup adalah tulisan di screensaver pada 2 komputer di ruang guru sekolahku.

Maksudnya apa?
Maksudnya, saya kan hobby ngejunk alias ngedownload file apapun yang tampaknya penting dalam rangka menuh-menuhin harddisk :D Nah, seringnya kan downloadnya via rapidshare.com. Tuh rapidshare.com kalau download maunya pake firefox doang aka ga mau pake download manager. Jadinya saya kalau ngejunk harus pake firefox n demi kelancaran hal tersebut screensaver "Firefox jangan ditutup" tercipta agar proses ngejunk tidak gagal karena faktor human error.

"This is Major Tom to Ground Control
I'm stepping through the door
And I'm floating in a most peculiar way
And the stars look very different today

For here
Am I sitting in a tin can
Far above the world
Planet Earth is blue
And there's nothing I can do

Though I'm past one hundred thousand miles
I'm feeling very still
And I think my spaceship knows which way to go
Tell my wife I love her very much she knows"
Helloween - Space Oddity

See U soon.

Friday, February 22, 2008

Sibuk ngapain aja sih sekarang?

Ada yang bertanya, sekarang saya lagi sibuk ngapain aja sih sampai jarang ngeblog?
Ini salah satu jawabannya.

http://narutofob.com/
Di sana ada banyak anime yg bisa kita download n tentu saja gratis. Saya sampai sekarang sudah download 4 seri. Yaitu : Devil May Cry, Sousei no Aquarion, Claymore, dan Hayate no Gotoku. Dari semua anime tersebut, saya paling suka dengan Claymore.

Pertama nonton Claymore, saya merasa ga ada yg spesial dari film ini. Begitu mulai masuk episode flashback, saya mulai menyukai Claymore. Kalau Anda memutuskan untuk mendownload Claymore, saya pastikan Anda akan memahami arti dari yoki, yoma, dan the awakened one :D Kalau Anda sudah nonton Claymore tapi tetap belum paham dengan arti kata-kata tersebut, ada 2 kemungkinan, yang pertama Anda ngantuk atau yang kedua Anda ga bisa bahasa Inggris ^-^ dan ini berarti Anda belum terClaymorekan. Bagi saya, Claymore adalah animasi terbagus yang pernah saya tonton dilihat dari jalan ceritanya. Soal Animasinya, menurut saya cukup bagus juga. Tapi ceritanya.... seeeeep lah.

Saya download Hayate no Gotoku untuk istri saya. Hayate no Gotoku ceritanya tentang keseharian seorang bodyguard yang menjaga seorang putri. Ceritanya lucuuuuuuu banget yang sudah pasti sesuai dengan selera istri saya :D

Devil May Cry saya download karena penasaran dengan ceritanya n Sousei no Aquarion karena ada mechanya (3 pesawat bisa gabung jadi robot, wuiiiiih keren ga tuh ^-^).

Pesan saya cuma satu. Cepetan download Claymore sebelum tuh website mati :D

See U Soon

The Cranberries - Everything I Said

Sunday, September 23, 2007

Lucu-lucuan dengan Microsoft (AutoPatcher is Dead)

Di dunia ini sudah bisa dipastikan bahwa tidak ada sesuatu pun yang sempurna, demikian juga Sistem Operasi. Microsoft Windows, sebagai contoh terbaik antara akurnya Sistem Operasi dan ketidaksempurnaan :), selalu saja mempunyai bug (baca : ketidaksempurnaan) untuk diperbaiki. Setiap bulan bisa dipastikan bahwa ada saja bug yang ditemukan pada Windows, yang untuk memperbaikinya diperlukan patch yang harus didownload dari website resmi Microsoft.

Proses download patch ini mungkin akan mengasyikkan jika Windows bisa punya "sudo apt-get upgrade" seperti Ubuntu. Sayangnya, Windows tidak punya itu :) Alasan lain penyebab proses download patch ini tidak mengasyikkan adalah koneksi internet yang lambat dan besarnya ukuran file patch. Semakin lambat koneksi internet dan semakin besar ukuran file patch akan sama dengan ketidaksempurnaan yang tidak bisa disempurnakan.

Beruntunglah pengguna Windows karena ada manusia bernama Antonis Kaladis yang bereaksi dengan masalah ketidaksempurnaan ini. Antonis Kaladis menciptakan AutoPatcher, software yang berisi semua patch yang pernah dikeluarkan Windows. Banyak sekali manfaat dari AutoPatcher. Silahkan lihat AutoPatcher.com untuk lebih jelasnya. AutoPatcher hampir tiap bulan dirilis mengikuti ditemukannya bug pada Windows.

AutoPatcher sudah membantu para pengguna Windows selama 4 tahun. 3 bulan yang lalu saya berniat membahas AutoPatcher di blog ini, namun sampai sekarang belum terlaksana, dan nampaknya tidak akan terlaksana karena AutoPatcher sudah mati. Silahkan lihat http://www.autopatcher.com/134 untuk lebih jelasnya.

Kematian AutoPatcher diawali dari email, yang dikirim oleh Microsoft kepada Antonis Kaladis, yang berisi permintaan untuk mematikan halaman download AutoPatcher. Antonis Kaladis menerima permintaan Microsoft tersebut meski dia berjanji tetap akan membuat program seperti AutoPatcher (http://www.autopatcher.com/137).

Sebagai pengguna Linux yang mantan pengguna Windows, saya (dan semua pengguna Autopatcher di dunia) sangat kaget dan tidak bisa menerima dengan akal sehat berita tersebut. Microsoft dengan gegabahnya mematikan sebuah proyek yang jelas-jelas membantu Sistem Operasi yang dikeluarkannya. Semua komentar yang keluar sebagai akibat penutupan paksa AutoPatcher merupakan cacian kepada Microsoft.

Alasan terbesar penutupan AutoPatcher adalah agar semua pengguna Windows hanya mempunyai satu sumber untuk mengupdate Windowsnya, yaitu melalui website resmi Microsoft. Dengan langkah ini, Microsoft berharap semua pengguna Windows bajakan akan ketahuan dan tidak akan bisa mengupdate Windowsnya.

Proses update dari website resmi Microsoft ini sering dikeluhkan oleh para pengguna Windows. Dari susahnya mencari update yang tepat sampai bertele-telenya pertanyaan yang diajukan Microsoft.

Sebenarnya langkah yang diambil Microsoft untuk memerangi pengguna Windows bajakan tersebut benar, tetapi Microsoft melupakan manfaat AutoPatcher bagi pengguna Windows yang tidak bajakan. Keputusan itu benar-benar memihak Microsoft tanpa memperhatikan kemudahan bagi pengguna yang sudah membeli lisensi Windowsnya, yang jelas-jelas merekalah yang membikin Microsoft bertambah kaya. Benar kata orang, bahwa ketika Anda membeli lisensi Windows, bukan berarti Anda memiliki Windows tapi Anda hanya meminjamnya dari Microsoft.

Ada isu, penutupan AutoPatcher sebenarnya didasari pada tidak lakunya Vista. Harapannya ketika semua pengguna Windows sulit untuk memperbaiki bug pada Windowsnya, mereka akan beralih ke windows yang lebih aman, yaitu Vista.

Saya sangat bersyukur karena sekarang saya sudah menggunakan Free and Open Source Software (FOSS) sehingga saya tidak perlu meributkan lagi kesewenang-wenangan Microsoft ini. Terkadang saya ingin tertawa dengan berita ini. Kenapa? Karena kasus seperti ini tidak perlu terjadi pada FOSS. Di FOSS kita tidak perlu meributkan lisensi dan bajakan. Yang saya tahu, ketika ada seseorang mengemukakan sebuah proyek pengembangan software, semua orang di dunia akan gotong royong berusaha membantunya, bukan malah menutupnya.

Tulisan ini merupakan sebuah bukti dan penguat keyakinan saya pribadi, bahwa keputusan saya untuk pindah ke FOSS adalah langkah yang sangat tepat. Bagaimana dengan Anda?

See U soon.

Gita Gutawa - Vocalizing.

Saturday, July 21, 2007

Definisi main game bagi istriku

Istriku termasuk wanita yang sering main game. Berbeda dengan aku yang mengharamkan cheat, istriku kalau main game besar (misalnya the Sims 2, Legend of Mana (PSX), Saga Frontier 2 (PSX), dan hampir semua game PSX lainnya) hampir selalu menggunakan cheat.

Alasan penggunaan cheat tentu saja agar dapat memudahkan kita dalam memainkan game tersebut. Entah untuk menamatkan ceritanya ataupun memanipulasi sebagian aspek dari game yang dicheat. Alasan yang selalu dikatakan istriku, "Kita kan main game untuk refreshing, kalau kalah kan jadi pusing. Berarti, kalau kita main game kalah, tujuan refreshing kita gagal. Nah, untuk menjamin agar tidak kalah, maka digunakan cheat". Saya pikir-pikir, ada benarnya juga perkataan istri saya tersebut :)

Ngomong-ngomong tentang game, ini snapshot dari Kubuntuku yang sedang menjalankan Final Fantasy Tactics via pSX (Play Station Emulator).

See U Soon.

Tuesday, February 06, 2007

Banjir Ciledug (part 1)

Dua kali aku mengalami tinggal di kota yang tertimpa bencana. Dulu di Yogya terkena gempa dan sekarang di Ciledug terkena banjir. Meski aku tinggal di Ciledug, Alhamdulillah rumahku tidak terkena banjir.

Aku masih ingat, hari Kamis 1 Februari 2007, aku berangkat ngajar pake jas hujan karena hujan cukup deras. Sepanjang perjalanan dari rumah sampai Khadijah Islamic School (KIS), minimal gerimis yang kutemui. Sampai KIS penjaga sekolah bertanya, "Di jalan hujan ya Pak? Kok pake jas hujan". Kujawab, "Ya, hujan deras banget". Eh dia nambahin dengan agak tidak percaya, "Kok di sini ga hujan ya?". Dengan agak sewot kubalas, "Lha lihat aja, motor dan jas hujanku kan basah kuyup". Aku agak kesal dengan obrolan ini, sudah jelas aku pake jas hujan, kok masih ditanya apakah di jalan hujan. Apa aku sudah gila, naik motor pake jas hujan padahal ga turun hujan?

Pas aku ngajar, hujan turun cukup deras. Jam 14an, aku pulang. Cuaca saat itu mendung banget. Jalanan becek, akibat hujan tadi. Di Bintaro, air menggenang di ruas jalan. Aku naik motor ekstra hati-hati demi menjaga sepatuku tetap kering.

2 Km dari rumah aku melewati jembatan kecil. Kulihat air sungainya meluap. Aku pikir hal ini biasa di sungai itu, jadi tetap aja kutembus air luapannya. Yang terjadi kemudian, aku terseret luapan air sungai yang tingginya sampai menutup setengah tinggi motorku. Mesin motorku mati dan aku bersusah payah melawan arus luapan air sungai yang cukup deras. Alhamdulillah, mesin motorku mau menyala kembali. Berhasil melewati air luapan sungai, aku baru sadar kalau banyak orang yang sudah menutup jalan ke arah jembatan yang kulalui. Mereka hanya melihatku. Mungkin mereka berfikir aku gila karena berani melewati air luapan sungai itu karena pengendara yang lain balik arah semua.

Aku bersyukur kepada Allah untuk tidak mengalami hal-hal buruk sepanjang perjalanan pulang. Aku tidak gila. Aku hanya ingin cepat sampai rumah dan tidak sempat berfikir bahwa meluapnya air sungai itu bukan hal yang biasa terjadi. Sampai rumah, yang terjadi dengan sepatuku adalah basah sebasah-basahnya :)

Sore hari, Istriku bersama Bapak mertua pulang lewat dari waktu biasanya. Ternyata sepanjang jalan Ciledug Raya penuh dengan banjir dadakan. Sampai malam hari jalan depan rumahku macet, penuh dengan orang-orang yang mencari jalan pulang alternatif.

Jumat, hari diawali dengan hujan deras. Di TV mulai menayangkan Banjir Jakarta dan Sekitarnya. Istriku sudah memutuskan tidak mau berangkat kerja. Jam 10, Bapak mertua ditelefon ada keadaan darurat di kantor. Bapak berusaha berangkat, tapi terhadang banjir di mana-mana. Akhirnya Bapak kembali pulang.

Jam 10an, sambungan telepon seluler bermasalah. Meski ada sinyal, tapi sms maupun panggilan tidak bisa dilakukan.

Jam 11, hujan mereda. Sholat Jumat di masjid daerahku disambung dengan sholat Taubat. Menurut Khotib, seumur-umur beliau belum pernah lihat Ciledug kebanjiran. Beliau berkata, jangan-jangan air tidak mau mengalir karena tertahan dosa-dosa kita. Sebuah kalimat yang perlu kita renungkan bersama.

Jam 15, aku memutuskan untuk tidak berangkat nentor di Primagama karena menurut beberapa info, jalan menuju ke Primagama tidak bisa dilewati. Aku sudah berusaha membatalkan jadwal nentor ini. Tapi karena sambungan telefon bermasalah, dari jam 11 sampai jam 16 aku belum berhasil mengkonfirmasi ke Primagama. Akhirnya jam 1615 Primagama menelefon ke telefon rumah untuk memastikan kedatanganku.

Jumat malam, hujan kembali membasahi bumi Ciledug.

Sabtu, cuaca cerah meski gerimis terkadang menetes juga. Aku dan Istri harus kondangan ke sahabat Istriku, Lenny. Lenny bercerita bahwa hari pernikahannya betul-betul menyedihkan. Listrik di daerah rumah Lenny sudah padam sejak Kamis siang. Saudara banyak yang tidak bisa datang karena terhadang banjir. Cari pinjaman diesel susah sekali meski akhirnya dapat.

Aku berfikir bahwa pernikahan Lenny ini penuh dengan kerja keras. Listrik ga ada, air bersih juga ga ada. Ga terbayang betapa sedihnya Lenny di hari paling bahagianya.

To Be Continue ...

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://arzanulhaq.blogspot.com for more about me.

Monday, January 08, 2007

RIP My Easy Disk

Hari ini USB flash diskku, Easy Disk, diam seribu bahasa meski sudah ditancapkan ke port USB. Istriku yg mengetahui kejadian ini pertama kali, saat ia berusaha mengambil data dari My Easy Disk. Meski sudah ditancapkan ke port USB, lampu indikator My Easy Disk tetap ga nyala. Ya sudahlah, kayaknya memang sudah waktunya My Easy Disk utk pensiun.

My Easy Disk kapasitasnya 128Mb. Aku membelinya sekitar 1,5 tahun yg lalu seharga 130 ribu rupiah.

Tadi dah sempat lihat-lihat harga USB flash disk. Istri menyarankan utk beli yg kapasitasnya 1 Gb skalian. Untuk kapasitas 1 Gb paling murah harganya 160 ribu. Tapi sampai sekarang aku masih bingung antara beli USB flash disk atau RS MMC utk My Siemens S75. Solusi terbaik sih beli dua-duanya aja :) Kita lihat aja nanti jadinya gimana.

See U soon.

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://www.arzanulhaq.cjb.net for more about me.

Monday, January 01, 2007

Happy Old New Year

Hari pertama di tahun 2007. Aku berada di Pamulang, sekitar 30 km dari
rumah, rumah barunya Anton n Tri. Di sana kami pesta bakar-bakaran
ayam n sea food. Ini sebenarnya acara arisan.

Beberapa hal penting yg terjadi di tahun 2006 adalah aku keluar dari
SMA Muhammadiyah I Yogyakarta, menikah, pindah ke Ciledug, n ngajar di
Khadijah Islamic School.

Beberapa harapanku di tahun 2007 antara lain adalah punya anak, punya
kerjaan yg lebih mapan, n kalau bisa, punya rumah.

Hope my dreams come true.

Happy New Year 2007.

See U Soon.

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://www.arzanulhaq.cjb.net for more about me.

Friday, December 15, 2006

Keracunan Kerang!!! (One Day, Two Bad News)

Kemarin, Kamis 14 Desember 2006, ketika aku ngecek inbox My Siemens S75, ada sms dari Bu Euis. Bu Euis - teman kerjaku, guru tetap yayasan - mengatakan kalau hari ini dia masuk telat. Ini berarti aku yang bertanggung jawab untuk ngurus kelangsungan Ulangan Blok hari itu.

Habis mandi, aku teringat Pak Cholid - teman kerjaku, guru tetap yayasan juga - kemarin (Rabu jam 8an) telefon minta dibawakan dokumen profil sekolah. Setelah ngubek-ubek komputerku dan dokumen ketemu, aku berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu untuk antisipasi kemacetan lalu lintas. Aku berangkat jam 0630 dan sampai sekolah jam 0715, sukses karena Ulangan Blok mulai jam 0730.

Sampai sekolah, Bu Asmani, ibu urusan dapur sekolahku :) memberiku kabar buruk tentang 2 komputer (CPU) sekolah yang hilang Selasa malam. Astagfirrullah, tuh maling ga tau apa ya, kalau sekolahku tuh sekolah untuk para dhuafa. Sekolah miskin yang masih cari dana. Lagian tuh CPU, yang satu Cyric (setara Intel Pentium I) dan satunya lagi Intel Pentium III dengan RAM 64MB. Paling mahal semuanya 1,5 juta. Sesulit itukah untuk cari uang di negeri ini? Sampai kami, kaum dhuafa, juga yang jadi korban.

Aku jadi tahu kenapa Pak Cholid kemarin telefon minta dibawakan dokumen profil sekolah. Kupikir kenapa juga dia telefon minta dibawakan, kan di komputer sekolah ada. Ternyata komputer sudah berpindah tangan secara paksa tho.

BTW, Aku jaga Ulangan Blok sendiri. Jam 0915, pasukan sudah lengkap :) Ada Bu Euis, Pak Cholid, dan Pak Sopyan. Kami ngobrol tentang nasib data yang ada dalam komputer dan gimana nilai rapot anak-anak. Ternyata kemarin pas telefon, Pak Cholid sudah ngasih tahu aku kalau komputer hilang, tapi karena posisiku ada di pinggir jalan raya (dalam perjalanan pulang dari Wisma Makara), kabar itu tidak terdengar. Sambil ngobrol, aku sibuk makan kue cucur demi mengisi perutku yang kosong dari tadi pagi.

Jam 0945, aku jaga Ulangan Blok dengan Pak Sopyan. Selesai jaga, sekitar jam 1130, aku makan siang bareng Pak Sopyan. Lauknya kerang, tempe, dan orek toge. Selesai makan aku sholat Dhuhur trus mau pulang tapi ditahan Pak Cholid untuk mbetulin file excel rencana proyek tahun depan. Jam 14an, saya berhasil pulang.

Sampai rumah istirahat sambil nonton DVD X-File Season 3. Aku mulai merasa kepalaku agak berat. Jam 16an, istriku telefon kalau dia sudah siap berangkat ke Wisma Makara dengan teman kantornya. Habis sholat Ashar, aku akhirnya muntah meski sedikit. Aku langsung mengingat apa aja makanan yang kumakan hari ini. Pikiranku ga bisa lepas dari kerang tadi siang. Dia jadi tersangka utama atas apa yang menimpaku sore ini.

Dengan asumsi bahwa aku keracunan, aku langsung minum segelas susu (manfaat belajar kimia, susu bisa menetralisir racun). Ibu mertua kukasih tau kalau aku kemungkinan keracunan kerang. Habis itu aku dah mulai lemes. Ga begitu lama, aku muntah lagi meski dikit. Aku makin yakin kalau aku keracunan kerang. Minum susu tambah segelas lagi. Sekitar 15 menitan, aku muntah lagi, dan ini baru namanya muntah. Semua yang kumakan hari ini keluar. Yaks ...

Setelah muntah seri 3 ini, aku merasa lemes banget. Aku hanya bisa tiduran. Setelah sholat Maghrib dengan tubuh yang lemes, aku tidur sampai jam 2015 lalu makan malam. Habis makan malam, sholat Isya dan istirahat sampai pagi.

Alhamdulillah, setelah muntah seri 3 itu, aku tinggal menambah stanima tubuh n officially aku sudah sembuh. Seumur hidup, baru kali ini aku keracunan. Semoga ini juga keracunan terakhirku. Amin ...

See U Soon.

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://www.arzanulhaq.cjb.net for more about me.

Tuesday, December 12, 2006

The Deadly Job

Dari kemarin malam sampai dini hari ini aku membantu lemburannya
Istriku. Tempatnya di Wisma Makara Universitas Indonesia. Jarak Wisma
Makara dari rumahku sekitar 40 km. Suasana di Wisma Makara nyaman
banget. Sayangnya aku di sana untuk nglembur kerjaan, bukan untuk
honey moon. Seandainya saja aku di sana untuk honey moon. Duh ...


Ngomong-ngomong tentang lemburanku ini, this thing can kill me. Sure
it can. Kerjanya sih ringan, tapi rasanya kok monoton ga ada asyiknya
babar blas. Mungkin ini karena aku sudah terbiasa bahwa kerja itu
adalah ngajar kimia kali ya? Bisa juga karena aku berada di tempat
baru - dgn orang-orang baru, yg aku juga baru aja tahu nama mereka -
sehingga rasanya kerja kurang nyaman.


Yg agak bikin tambah ga enak, Istriku tercinta kayaknya ga bisa
menerima ketidaknyamananku ini. Duh ... Seandainya saja dia bisa
merasakan ini.


Good night Cijantung.
Sleep tight, biar aku aja yg susah tidur malam ini.


See U soon.

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://www.arzanulhaq.cjb.net for more about me.

Friday, December 01, 2006

Hari AIDS Sedunia

Tadi jam 08.30 sempat nonton acara di salah satu TV swasta tentang
AIDS. Bintang tamunya Tasya dan Adam (pasangan pengidap AIDS) serta
anak mereka (Phoenix??). Sekedar info, Tasya dan Adam itu pasangan
yang sering nongol di "iklan tentang bahaya AIDS" MTV.

Aku banyak belajar dari acara tadi. Aku baru tahu bahwa anak yang
lahir dari Ibu yang positif AIDS "hanya" 90% kemungkinan terkena AIDS.
Ada 3 hal untuk menekan kemungkinan si anak terkena AIDS.
Yang pertama adalah jangan berhubungan tanpa kondom. Ini dimaksudkan
agar si anak tidak terkena tambahan virus HIV dari sperma Bapaknya.
Yang kedua, melahirkan harus pake sesar karena kalau melahirkan dengan
normal ditakutkan si anak bisa terkena virus HIV via kulit kepala si
anak (yang masih tipis) yang kontak langsung dengan cairan vagina si
Ibu.
Yang ketiga, ketika Ibu si anak hamil, dia harus rajin minum obat
penghambat pertumbuhan virus HIV (aku lupa namanya) tiap 12 jam.

Langkah tambahan ketika anak sudah lahir, si anak harus diberi obat
penghambat pertumbuhan virus HIV tersebut setiap 6 jam sekali sampai
dia berumur 6 bulan. Setelah usia si anak mencapai 6 bulan, dia cukup
minum obat tersebut 12 jam sekali sampai dia berumur 18 bulan. Pada
umur 18 bulan ini, si anak baru bisa diketahui apakah dia terkena AIDS
atau tidak. Jika dia terkena AIDS, maka dia harus minum obat tersebut
tiap 12 jam sekali sepanjang hidupnya, begitupun sebaliknya.

Anda bertanya, "Kenapa si anak baru bisa diketahui apakah dia terkena
AIDS atau tidak pada umur 18 bulan?"
Jawabannya karena ternyata si anak (manusia) baru sadar untuk mulai
memproduksi antibodi pada umur 18 bulan. CMIIW OK?

Anaknya Tasya dan Adam, (Phoenix??), sudah dipastikan tidak terkena
AIDS. Selamat deh untuk Tasya dan Adam atas kerja kerasnya. Aku salut
dengan usaha kalian berdua dalam mengasuh anak kalian.

Acara tadi juga menjawab pertanyaanku selama ini, apakah HIV bisa
menular lewat potong rambut?
Jawabannya adalah bisa.
Biasanya kalau kita (kaum pria) potong rambut, untuk membersihkan sisa
rambut, si tukang potong rambut akan menggunakan pisau cukur. Nah,
dari pisau cukur ini virus HIV bisa masuk ke tubuh kita. Hal ini bisa
terjadi jika pengguna pisau cukur sebelum kita adalah orang yang
positif HIV. Jika virus HIV tertinggal di pisau, lalu kita menggunakan
pisau tersebut, dan pisau melukai kulit kita, maka virus HIV bisa
masuk ke tubuh kita. Duh ...

Info tambahan, acara tadi juga menyebutkan bahwa virus HIV bisa
menyerang kita jika dia cukup jumlahnya. Jadi kalau dia hanya sedikit,
antibodi kita masih bisa melawannya.

Aku masih ingat bahwa dulu diawal kemunculannya, AIDS sering dianggap
sebagai hukuman dari Tuhan karena AIDS tidak ada obatnya. Aku hampir
setuju dengan pendapat ini sampai aku mengetahui pendapat dari
seseorang yang terkena AIDS. Salah satu pengidap AIDS (atau semua?)
berpendapat bahwa dia terkena AIDS sebagai bukti Tuhan sayang
kepadanya. Lha kok bisa? Hal ini karena dengan AIDS, dia masih diberi
kesempatan untuk berbuat baik. Jika Tuhan tidak sayang kepadanya,
pasti Tuhan akan langsung menghukumnya, tanpa memberi waktu untuk
berbuat baik (misalnya tewas dalam kecelakaan). Yah, selalu ada 2 sisi
dari satu keping uang logam. Am I right?

See U Soon.
RHCP - Torture Me.

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://www.arzanulhaq.cjb.net for more about me.

Saturday, November 18, 2006

Pingin ke Bringharjo

Beberapa hari ini aku kangen Yogya :(
Pingin banget ke Bringharjo lantai paling atas.
Di sana tempatnya agak kumuh sih, tapi ada toko majalah n tabloid yg
udah kadaluarsa :) dan itulah tempat yg selalu kutuju jika aku ke
sana.

Aku sering beli majalah n tabloid kadaluarsa dari dulu jamannya masih kuliah.
Yg kubeli biasanya Chip, Info Komputer, PC Plus, Seluler, dan masih byk lagi.

Kok bisa aku senang beli majalah kadaluarsa?
Ya bisalah.
Minimal ada 2 alasan kuat utk beli majalah kadaluarsa.
Pertama karena harganya miring banget smp hampir rubuh :)
Sebagai contoh majalah Selular yg harga aslinya 15800, kalau
kadaluarsa sebulan harga jadi 3000 n kalau kadaluarsa 2 bulan lebih
harga jadi 2500.
Apalagi tabloid, rata2 harganya cuma seribuan. Paling mahal 1500,
kalau baru kadaluarsa seminggu.
Duh, jd pingin ke sana.

Alasan kedua karena majalah n tabloid kadaluarsa yg kubeli berisi
teknologi, jd meski majalahnya sudah kadaluarsa, belum tentu di
Indonesia sudah ada teknologinya.
Sebagai contoh, terakhir aku beli majalah Seluler kadaluarsa (setengah
tahun lalu), sudah bahas tentang 3G yg di Indonesia belum ada.
Jadi, majalah boleh kadaluarsa, tapi contentnya tetap aktual dan harga
sangat ekonomis.

Denger2 sih di Jakarta ada tempat jual majalah kadaluarsa kayak di Bringharjo.
Namanya Kuitang.
Aku belum pernah ke sana.
Baru jadi wacana dgn Istri kalau kita pingin ke sana.
Semoga aja di Kuitang ada majalah kadaluarsa.

See U soon.

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://www.arzanulhaq.cjb.net for more about me.

Blogger template 'Fundamental' by Ourblogtemplates.com 2008.

Jump to TOP

Blogger templates by OurBlogTemplates.com