Showing posts with label Sekolahku. Show all posts
Showing posts with label Sekolahku. Show all posts

Monday, October 08, 2007

2 hari tidak buka puasa di rumah

Sebagai muslim (yang taat), tentu saja saya berusaha untuk menjalankan ibadah puasa. Alhamdulillah, sampai saat saya menulis postingan ini, saya masih diberi kekuatan untuk berpuasa dan tidak bolong satu kali pun.

Salah satu kebahagiaan yang diperoleh muslim yang berpuasa adalah kebahagiaan saat berbuka puasa. Biasanya saya buka puasa di rumah bersama istri, adik, dan ibu mertua. Khusus tanggal 2 dan 3 Oktober kemarin ada yang spesial sehingga saya tidak buka puasa di rumah. Tanggal 2 saya buka puasa di Khadijah Islamic School dan tanggal 3 saya buka puasa di Lemigas.

Saya merupakan tamu pada buka puasa di Lemigas. Saya datang ke sana karena menemani istri yang merupakan salah satu karyawati di sana. Buka puasa di Lemigas ini mengingatkan saya akan postingan blog tentang buka puasa di Lemigas yang saya buat Ramadhan setahun yang lalu. Dipostingan itu saya "berjanji" untuk tidak akan ikut buka puasa di Lemigas lagi. Faktanya, saya tetap aja ikut buka puasa di Lemigas karena kalau ga ikut di rumah ga ada makanan buat buka puasa :)

Beda dengan di Lemigas, pada buka puasa di Khadijah Islamic School (KIS) saya bukanlah tamu melainkan tuan rumah. Posisi ini sudah pasti membuat saya menjadi lebih sibuk. Terlebih lagi, acara buka puasa di KIS ini digabung dengan acara KIS FAIR dan dilanjutkan dengan MABIT plus sahur bersama.

Semua siswi KIS berasal dari keluarga dhuafa. Selain dibekali dengan pendidikan formal, siswi KIS juga dibekali entrepreneur dan life skill. Harapan dari pembekalan ini agar kelak mereka bisa berkarya dan bisa melepas status dhuafanya. KIS FAIR merupakan acara pameran hasil entrepreneur dan life skill siswi KIS. Pada acara KIS FAIR kemarin, siswi KIS memamerkan hasil handycraft dan landscape yang telah mereka buat selama 2 bulan.

MABIT (MAlam Bina Iman dan Taqwa) merupakan acara bulanan KIS. Setahun yang lalu, KIS melewatkan acara MABIT pada Ramadhan sehingga MABIT kemarin adalah MABIT pertama di bulan Ramadhan bagi siswi KIS. Pada MABIT kemarin, KIS menghilangkan acara dialog dengan pelaku entrepreneur karena padatnya jadwal acara buka bersama namun menambah acara sahur bersama. Seperti biasanya, inti acara MABIT adalah sholat malam berjamaah. Pada acara MABIT ini dibagikan juga raport bulanan sehingga saya pun harus berperan sebagai Wakaur Kurikulum.

Berikut beberapa moment yang berhasil saya abadikan.

Siswi KIS menyiapkan stand landscape untuk KIS FAIR.

Agitsna, Evi, dan Winda sedang jaga stand handycraft.
Laku berapa Nak? :)

Banner buka puasa bersama yang sangat sederhana hasil karya siswi KIS.

Siswi KIS yang disusupi 2 orang gurunya :)
Coba tebak, 2 orang gurunya itu yang mana?

Anak-anak TPA yang diajar siswi KIS disusupi 1 siswi KIS (Yuni).
Coba tebak, siswi KISnya yang mana?

Tamu undangan buka puasa bersama.

See U soon.

Wednesday, August 01, 2007

Dua berita menggembirakan

Hari ini, setidaknya ada 2 hal yang sangat menggembirakan. Yang pertama, tugas saya sebagai WaKaUr Kesiswaan sudah resmi selesai dengan ditutupnya MOS, dan yang kedua, ada artis main ke Khadijah Islamic School (KIS).

Penutupan MOS sebenarnya dijadwalkan 31 Juli 2007. Tapi karena pada hari itu siswi pulangnya sudah terlalu sore, maka acara penutupan MOS ditunda esok harinya (1 Agustus 2007). Penutupan MOS secara tidak langsung menandakan serah jabatan WaKaUr Kesiswaan dari saya ke Pak Sofyan sehingga sekarang saya bisa lebih berkonsentrasi ke WaKaUr Kurikulum.

Tadi sekitar jam 11an, ada artis main ke KIS. Artis itu adalah Pak Teddy Snada, Bu Rina Gunawan, dan Bu Erika. Pak Teddy Snada, Bu Rina Gunawan, dan Bu Erika main ke KIS untuk meninjau KIS. Dengar-dengar gosip ^-^, hasil dari tinjauan tersebut, Pak Teddy Snada, Bu Rina Gunawan, dan Bu Erika akan mencoba membantu KIS.

Membantu KIS bagaimana?
Membantu KIS dalam segala hal. Mentang-mentang KIS adalah sekolah gratis untuk muslimah dhuafa bukan berarti membantu KIS harus dengan menyumbang uang. Mereka datang aja sudah merupakan bantuan bagi KIS.
Kok bisa?
Ya bisa lah. Dengan kedatangan mereka, siswi-siswi KIS sekarang punya icon. Mereka sekarang punya seseorang yang bisa mereka lihat dan tiru. Bisa jadi bagi si artis, kedatangan mereka hanyalah jalan-jalan, tapi bagi siswi KIS, kedatangan si artis merupakan penyemangat mereka.

Banyak cara untuk membantu KIS. KIS adalah sekolah komunitas. Prinsipnya Anda mau membantu dulu. Setelah itu baru ditanya Anda bisa bantu apa.
Contohnya gimana?
Anda bisa melukis dan Anda punya waktu luang? Silahkan datang ke KIS dan InsyaAllah kami punya siswi yang punya bakat melukis.
Anda jago puisi dan ingin menularkan ilmu Anda? Ayo datang ke KIS. Kami punya banyak siswi untuk Anda bimbing.
Anda punya buku bekas yang nongkrong di pojok gudang rumah Anda? Bawa buku itu ke KIS, InsyaAllah buku itu bisa bermanfaat bagi kami.

Jadi kalau Anda artis atau bukan artis dan ingin membantu KIS, silahkan datang ke KIS. Kami membutuhkan peran Anda semua.
ACT NOW!!!!

Berikut ini beberapa moment yang berhasil diabadikan dari kedatangan artis ke KIS.

Bu Erika, Bu Rina Gunawan, Pak Teddy, Pak Iqbal dan Pak Cholid pada acara perkenalan artis dengan KIS.


Pak Teddy sedang brainstorming tentang cerpen dan puisi dengan Dewi dan Novi.


Bu Rina Gunawan sedang ber"testimoni" tentang KIS.
Testimoni ini rencananya akan dimasukkan dalam VCD profil KIS.


Bu Rina Gunawan, Bu Erika, dan The Big Happy Family of Khadijah Islamic School.


Bu Rina Gunawan ngobrol dengan siswi KIS.


Hall of fame.

See U Soon

Saturday, July 28, 2007

The Longest Month

Saya merasakan bulan Juli 2007 ini sebagai bulan terpanjang dalam sejarah hidup saya.

Juli 2007 diawali dengan "keluar"nya teman saya, Ibu Euis Komariah, dari Khadijah Islamic School (KIS). Bu Euis, demikian kami (guru dan murid) memanggilnya, dipercaya sebagai WaKaUr Kurikulum di KIS. Saya sendiri dipercaya untuk mengurus siswi KIS alias WaKaUr Kesiswaan sejak 4 bulan yang lalu.

Keluarnya Bu Euis menyebabkan kekosongan posisi WaKaUr Kurikulum dan terbengkalainya finishing touch kurikulum KIS. Di saat yang sama, saya sebagai WaKaUr Kesiswaan sedang sibuk dengan Penerimaan Siswi Baru dan persiapan acara Masa Orientasi Siswa.

Kepala Sekolah KIS, Ibu Suryani Wardah, mengambil langkah cepat untuk mengisi kekosongan posisi WaKaUr Kurikulum dengan menempatkan saya di posisi WaKaUr Kurikulum dan memerintahkan Pak Sofyan menggantikan posisi saya. Saya awalnya agak tidak setuju dengan keputusan ini dengan alasan saya sudah cukup nyaman dengan posisi WaKaUr Kesiswaan. Tapi, berpegang pada masa depan KIS, keputusan KepSek memang harus dijalankan. Dan, jadilah saya mengisi posisi WaKaUr Kurikulum.

Perjalanan berat berlanjut dengan keadaan transisi di posisi WaKaUr Kurikulum dan Kesiswaan. Satu sisi saya harus menyelesaikan pekerjaan WaKaUr Kesiswaan yang sudah saya mulai dan sisi lainnya saya harus mulai mengerjakan pekerjaan WaKaUr Kurikulum yang belum selesai. Berat.. tugas ini berat sekali bagi saya. Kaki saya sampai pegel-pegel karena sibuknya menyelesaikan tugas ini :) Alhamdulillah, Pak Sofyan bisa langsung memulai perannya sebagai WaKaUr Kesiswaan meski untuk posisi ketua di beberapa tugas masih saya yang menghandlenya.

Saya tidak pernah takut dengan semua tugas saya di KIS. Anda tahu kenapa? Karena teman-teman saya di KIS selalu siap membantu semua tugas saya. Kami selalu membiasakan suasana kekeluargaan di KIS. Satu orang butuh bantuan, 1000 orang siap membantunya. Ini salah satu hal yang menyebabkan saya sangat betah di KIS.

Alhamdulillah, masa transisi hampir selesai dan saya puas dengan hasil kerja saya sebagai WaKaUr Kesiswaan. Selesainya masa transisi bukan berarti tugas saya akan mengecil karena beberapa hari ini saya melihat hal-hal baru yang bisa saya lakukan untuk KIS di luar posisi saya sebagai WaKaUr Kurikulum.

Tugas berat selama sebulan ini betul-betul memacu saya untuk menjadi Iffan Arzanul Haq yang baru. Iffan Arzanul Haq yang bisa bekerja dengan tim, Iffan Arzanul Haq yang siap bekerja keras, Iffan Arzanul Haq yang bisa kejar tayang, Iffan Arzanul Haq yang kreatif, Iffan Arzanul Haq si pengambil keputusan, Iffan Arzanul Haq yang mencintai pekerjaannya, Iffan Arzanul Haq yang siap menerima tugas seberat-beratnya, Iffan Arzanul Haq yang melakukan semuanya untuk Allah dan masih banyak lainnya ....

Sebagai seorang Iffan Arzanul Haq, saya merasa bahwa saya berbeda dengan Iffan Arzanul Haq di bulan Juni. Saya tiba-tiba merasa bahwa saya punya banyak potensi diri untuk saya gali dan bahwa saya bisa melakukan hal-hal yang awalnya hampir tidak mungkin saya lakukan. Ini adalah pelajaran berharga yang akan saya ajarkan ke siswi-siswi KIS. Pelajaran "ketika kita diberi kepercayaan untuk menyelesaikan tugas, InsyaAllah kita mampu menyelesaikannya".

Salah satu tugas saya sebagai WaKaUr Kesiswaan adalah sebagai Ketua Pelaksana Masa Orientasi Siswa. Kami di KIS melaksanakan MOS dari tanggal 23 - 31 Juli 2007. Jangan berfikir bahwa MOS di KIS seperti MOS-MOS di sekolah lainnya. MOS di KIS adalah acara untuk menularkan bahwa "kami adalah keluarga besar KIS" dari siswi lama dan guru KIS kepada siswi baru. MOS di KIS beda. MOS di KIS tanpa bentakan, pakaian aneh, tugas tidak bermutu, hukuman tidak mendidik, materi yang membosankan dan hal-hal jelek lainnya. MOS di KIS sangat mengasyikkan sampai-sampai siswi baru pinginnya MOS terus sepanjang mereka bersekolah di KIS :)

Hari Rabu 25 Juli kami ke Puncak, tepatnya ke villa HDC di daerah Gadog. Kami tinggal di Gadog dari tanggal 25 - 27 Juli. Di Gadog siswi mengikuti berbagai acara menarik yang dihandle oleh tim dari Buah Hati dan keluarga besar KIS lainnya melaksanakan RaKer. Saya sebagai guru KIS merasa senang sekali bisa mengikuti acara di Gadog ini.

Berikut ini beberapa oleh-oleh dari Gadog.
Siswi KIS dan tim dari Buah Hati lagi main "Bos Berkata".


Beberapa yang ikut sholat Dhuhur berjamaah. Saya ga ikut berjamaah karena kelamaan wudhu :) Tapi saya tetap sholat berjamaah kok di kamar.
"Dan sujudlah kepada Tuhanmu".


Saya bersama 2 siswi saya, Fitri dan Novi. Yang ngambil foto Atmi. Thx ya, Atmi ...
Kok yang foto bareng dangan saya cuma 2 siswi?
Begitu specialkah mereka?
Tidak, di KIS kita tidak mengenal "satu siswi yang special" karena "semua siswi KIS special".


Wallpaper (1280 x 768) untuk laptop sekolah yang saya buat dari senyuman beberapa siswi KIS yang berhasil saya abadikan. Wallpaper saya buat dengan GIMP pada saat saya sedang rapat :)

See U soon.

Tuesday, July 03, 2007

Bapak sekarang ngajar di mana?

1 Juli 2007 kemarin, tepat 1 tahun saya keluar dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Saya diterima sebagai guru kimia di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pada 1 April 2005. Alasan saya keluar karena saya mau menikah dan calon istri tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Pertimbangannya, saya kan pendidik (Guru), jadi saya bisa kerja di daerah mana saja (asal ada sekolah ^-^). Sedangkan calon istri adalah analis kimia yang lapangan pekerjaanya lebih susah dicari daripada saya.

Setahun ini, beberapa siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta masih sering mengontak saya, baik via sms, email, maupun friendster. Saya sangat bahagia mengetahui bahwa masih ada siswa yang ingat saya meski saya sudah tidak mengajar mereka. Pertanyaan yang paling sering mereka tanyakan adalah "Bapak sekarang ngajar di mana?" dan jawaban saya tetap sama yaitu "Saya sekarang ngajar di SMA Plus Khadijah Islamic School, sekolah gratis untuk muslimah dhuafa".

SMA Plus Khadijah Islamic School?
Sekolah gratis untuk muslimah dhuafa?
Apa itu?
Sabar ...
Saya akan menjelaskan semua itu beberapa hari lagi. Untuk sementara, cek ini untuk info tentang SMA Plus Khadijah Islamic School.

See U soon.

Friday, December 15, 2006

Keracunan Kerang!!! (One Day, Two Bad News)

Kemarin, Kamis 14 Desember 2006, ketika aku ngecek inbox My Siemens S75, ada sms dari Bu Euis. Bu Euis - teman kerjaku, guru tetap yayasan - mengatakan kalau hari ini dia masuk telat. Ini berarti aku yang bertanggung jawab untuk ngurus kelangsungan Ulangan Blok hari itu.

Habis mandi, aku teringat Pak Cholid - teman kerjaku, guru tetap yayasan juga - kemarin (Rabu jam 8an) telefon minta dibawakan dokumen profil sekolah. Setelah ngubek-ubek komputerku dan dokumen ketemu, aku berangkat tanpa sarapan terlebih dahulu untuk antisipasi kemacetan lalu lintas. Aku berangkat jam 0630 dan sampai sekolah jam 0715, sukses karena Ulangan Blok mulai jam 0730.

Sampai sekolah, Bu Asmani, ibu urusan dapur sekolahku :) memberiku kabar buruk tentang 2 komputer (CPU) sekolah yang hilang Selasa malam. Astagfirrullah, tuh maling ga tau apa ya, kalau sekolahku tuh sekolah untuk para dhuafa. Sekolah miskin yang masih cari dana. Lagian tuh CPU, yang satu Cyric (setara Intel Pentium I) dan satunya lagi Intel Pentium III dengan RAM 64MB. Paling mahal semuanya 1,5 juta. Sesulit itukah untuk cari uang di negeri ini? Sampai kami, kaum dhuafa, juga yang jadi korban.

Aku jadi tahu kenapa Pak Cholid kemarin telefon minta dibawakan dokumen profil sekolah. Kupikir kenapa juga dia telefon minta dibawakan, kan di komputer sekolah ada. Ternyata komputer sudah berpindah tangan secara paksa tho.

BTW, Aku jaga Ulangan Blok sendiri. Jam 0915, pasukan sudah lengkap :) Ada Bu Euis, Pak Cholid, dan Pak Sopyan. Kami ngobrol tentang nasib data yang ada dalam komputer dan gimana nilai rapot anak-anak. Ternyata kemarin pas telefon, Pak Cholid sudah ngasih tahu aku kalau komputer hilang, tapi karena posisiku ada di pinggir jalan raya (dalam perjalanan pulang dari Wisma Makara), kabar itu tidak terdengar. Sambil ngobrol, aku sibuk makan kue cucur demi mengisi perutku yang kosong dari tadi pagi.

Jam 0945, aku jaga Ulangan Blok dengan Pak Sopyan. Selesai jaga, sekitar jam 1130, aku makan siang bareng Pak Sopyan. Lauknya kerang, tempe, dan orek toge. Selesai makan aku sholat Dhuhur trus mau pulang tapi ditahan Pak Cholid untuk mbetulin file excel rencana proyek tahun depan. Jam 14an, saya berhasil pulang.

Sampai rumah istirahat sambil nonton DVD X-File Season 3. Aku mulai merasa kepalaku agak berat. Jam 16an, istriku telefon kalau dia sudah siap berangkat ke Wisma Makara dengan teman kantornya. Habis sholat Ashar, aku akhirnya muntah meski sedikit. Aku langsung mengingat apa aja makanan yang kumakan hari ini. Pikiranku ga bisa lepas dari kerang tadi siang. Dia jadi tersangka utama atas apa yang menimpaku sore ini.

Dengan asumsi bahwa aku keracunan, aku langsung minum segelas susu (manfaat belajar kimia, susu bisa menetralisir racun). Ibu mertua kukasih tau kalau aku kemungkinan keracunan kerang. Habis itu aku dah mulai lemes. Ga begitu lama, aku muntah lagi meski dikit. Aku makin yakin kalau aku keracunan kerang. Minum susu tambah segelas lagi. Sekitar 15 menitan, aku muntah lagi, dan ini baru namanya muntah. Semua yang kumakan hari ini keluar. Yaks ...

Setelah muntah seri 3 ini, aku merasa lemes banget. Aku hanya bisa tiduran. Setelah sholat Maghrib dengan tubuh yang lemes, aku tidur sampai jam 2015 lalu makan malam. Habis makan malam, sholat Isya dan istirahat sampai pagi.

Alhamdulillah, setelah muntah seri 3 itu, aku tinggal menambah stanima tubuh n officially aku sudah sembuh. Seumur hidup, baru kali ini aku keracunan. Semoga ini juga keracunan terakhirku. Amin ...

See U Soon.

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://www.arzanulhaq.cjb.net for more about me.

Monday, November 27, 2006

Diskon 50%

Kemarin jam 1 siang aku harusnya rapat di sekolah tapi aku malah
memilih untuk arisan. Bukan apa-apa, karena rencana arisan ini sudah
ada dalam agendaku dari bulan Ramadhan sedangkan undangan rapat
mendadak banget (baru muncul Sabtu jam 8 pagi).

Nah, tadi pagi begitu aku sampai sekolah, aku langsung menanyakan
agenda rapat kemarin pada teman-teman guru. Jawabannya, nanti jam 2
siang ada rapat lanjutan kok. Ya udah, aku santai aja, tetap konsen
dengan tugas ngajarku.

Jam 14.30 rapat dimulai. Yang ikut rapat 5 orang (aku, 3 teman guru,
dan wakil kepala sekolah). Di tengah rapat, langit gelap dan hujan
turun lumayan deras. Mungkin begitu juga yang dirasakan oleh kami,
para peserta rapat. Rapat selesai jam 16.30 lalu kami sholat ashar
berjama'ah dan aku yang jadi imamnya.

Selesai sholat, semua guru pulang kecuali aku. Aku sebenarnya bisa aja
pulang karena aku bawa jas hujanku yang baru dan belum pernah dipake
sekalipun. Tapi entah kenapa aku masih pingin di sekolah, untuk
meratapi nasib mungkin. Aku pulang jam 17.00, ketika hujan sudah reda.
Ternyata kebanyakan orang melakukan hal yang sama. Jadilah jalanan
penuh dengan kemacetan. Hal ini diperparah dengan banyaknya genangan
air pada lobang-lobang di jalan.

Aku sih maklum aja dengan banyaknya lobang di jalan. Ya begitu itu
namanya jalan, banyak lobangnya. Kalau di diskotik aku yakin beda. Di
diskotik dijamin ga ada lobang di jalan karena di sana adanya lobang
berjalan-jalan ;) Yaks... nulis apa aku ini.

Aku tidak meratapi nasib karena hujan ini. Bagiku hujan adalah berkah.
Hujan adalah rejeki. Hujan adalah bukti Allah masih sayang pada
makhlukNya. Begitu kata seorang ustadz yang mengisi kultum sholat
tarawih di masjid dekat kost-kostanku Ramadhan setahun yang lalu. Aku
meratapi nasib karena hasil dari rapat tadi. Aku sedih dengan hasil
rapat tadi. Tapi gimana lagi, ga ada jalan lainnya.

Aku jadi ingat kata-kata terakhir Bu Euis pada akhir rapat. Semoga
kita selalu berharap kepada Allah, tidak kepada manusia, karena
manusia terlalu gampang untuk mengecewakan harapan manusia lainnya.
Wuiih... Benar-benar bahasa yang tepat untuk menguatkan kembali
harapan kami saat itu.

Ya Allah, semoga aku dan kami semua termasuk makhlukMu yang masih
layak untuk menikmati segarnya tetes air hujanMu. Amin.

Dengan "Raihan - Damba CintaMu" menemaniku.

--
Iffan Arzanul Haq
Check http://www.arzanulhaq.cjb.net for more about me.

Blogger template 'Fundamental' by Ourblogtemplates.com 2008.

Jump to TOP

Blogger templates by OurBlogTemplates.com