Wednesday, June 06, 2007

CD Kubuntu dan Ubuntu Requestku Sudah Sampai

CD Kubuntu dan Ubuntu requestku sampai tanggal 31 Mei. Kubuntu kurequest 7 Mei jam 01.00 dan Ubuntu kurequest 10 Mei jam 11.00. Kedua request itu kulakukan via S75 dengan Opera Mini Mod.

Ini foto komputerku plus CD Kubuntu dan Ubuntu.

See U Soon.

Friday, June 01, 2007

DVD Repository dan Iso Ubuntu plus Worm.Brontok-31

Ada apa dengan Kubuntuku dua minggu terakhir ini? Jawabannya, banyak. Banyak sekali yang terjadi dengan Kubuntuku dua minggu ini.

Seperti sudah saya katakan di beberapa minggu yang lalu, yang membikin saya kesal dengan Kubuntu adalah jumlah paket (program)nya yang sangat sedikit. Jumlah paket (program) yang sangat sedikit ini disebabkan karena media instalasi Kubuntu berupa CD bukan DVD. Kubuntu sendiri sebenarnya merupakan distro yang paketnya sangat-sangat lengkap. Tapi, paket-paket tersebut diletakkan di server (yang disebut dengan server repository) sehingga untuk mengambil (menginstall) paket, diperlukan koneksi internet.

Jadi, misalnya di Kubuntu Anda belum ada Firefox, Anda cukup mengetik sudo apt-get install firefox pada Konsole, maka Kubuntu akan mengambil paket Firefox di server repository dan langsung menginstallnya di Kubuntu Anda. Mudah bukan? Hal ini sangat mudah sekali tapi cukup menyakitkan bagi orang seperti saya yang notabene belum punya koneksi internet :(

Nah, suatu ketika saat saya surfing di warnet langganan saya, saya nyangkut ke DistribusiDvdReposUbuntu. Inti dari link tersebut adalah bahwa komunitas Ubuntu Linux Indonesia telah mengcopy semua paket yang tersedia di server repository Ubuntu dan membuatnya menjadi DVD Repository sehingga kita yang tidak mempunyai koneksi internet tetap bisa menikmati Ubuntu dengan sekomplit-komplitnya via DVD Repository tersebut :)

Karena tawaran ini begitu menggiurkan, langsung saja saya mencari daftar Distributor DVD Repository Ubuntu yang terdekat dengan saya di DistributorDvdReposUbuntu. Target ketemu, yang terdekat dengan saya adalah KSL UBL (Kelompok Studi Linux Universitas Budi Luhur). FYI, Universitas Budi Luhur terletak sekitar 4 km dari tempat tinggal saya. Tanpa menunggu lama, saya langsung mengirim email tentang maksud saya yang pingin punya DVD Repository Ubuntu Feisty skalian menanyakan harganya. Alhamdulillah, email cepat dibalas oleh Mas Kholid. Asyiknya, Mas Kholid menawarkan harga gratis jika yang saya copy adalah isonya. Wah, mata saya langsung berbinar-binar :) dan saya langsung setuju dengan gratisnya copy iso ini.

Setelah saling email, akhirnya didapat kesepakatan hari Selasa 22 Mei jam 20.30, saya dipersilahkan datang ke UBL untuk mengcopy iso DVD Repository Ubuntu Feisty tersebut. FYI, DVD Repository Ubuntu Feisty tersebut terdiri dari 4 keping DVD. Dengan asumsi 1 DVD = 4 GB, berarti saya harus punya space kosong sebanyak 16 GB. Karena Harddisk saya penuh, jadilah saya membuang hal-hal yang tidak begitu berguna di harddisk saya.

Selasa 22 Mei jam 20.15, saya akhirnya ke UBL. Di UBL saya bertemu dengan teman-teman KSL UBL. Mumpung ada kesempatan, saya bertanya banyak hal tentang Linux kepada mereka. Maklum saya masih amatir :) Berita gembira dari semua ini adalah saya ga jadi copy iso tapi malah diberi 4 keping DVD Repository Ubuntu Feisty secara cuma-cuma :) Ini semua kayaknya akibat saya bercerita ke Mas Kholid bahwa saya adalah seorang guru dari sekolah gratis untuk muslimah dhuafa. Buat KSL UBL, terima kasih banyak ya untuk semuanya ...

Pulang dari UBL, saya dah pingin cepet-cepet nyoba Kubuntu dengan seutuhnya. Tapi apa daya, Kubuntuku masih versi 6.06 (Dapper) sedangkan DVD Repository Ubuntu itu untuk versi 7.04 (Feisty). Saya sudah pesan Kubuntu 7.04 sih, tapi perkiraan sampainya masih 2 mingguan lagi. Duh, saya dah ga tahan untuk nyoba Kubuntu dengan seutuhnya.

Rabu pagi jam 09.30, (seperti biasa) saya ke warnet langganan saya dengan maksud mau mendownload iso Ubuntu dari ftp://tuma.vlsm.org/Ubuntu/Feisty/. Saya memilih mendownload dari tuma.vlsm.org karena servernya terletak di Indonesia sehingga proses download menjadi lebih cepat. Oh ya, saya tahu tentang tuma.vlsm.org dari kambing.vlsm.org.

Dari link beberapa iso Ubuntu yang tersedia, saya memilih mendownload ubuntu-7.04-desktop-i386.iso. Seperti biasa, saya mendownloadnya dengan FDM Portable. Pada saat mendownload iso Ubuntu tersebut, rata-rata kecepatan download adalah 30kb/s. Ukuran ubuntu-7.04-desktop-i386.iso adalah 697,9 MB. Menurut FDM Portable, saya membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk menyelesaikan proses download ubuntu-7.04-desktop-i386.iso. Padahal, di warnet tersebut saya hanya bisa pakai internet selama 3 jam karena saya pakai paket 3 jam. Waduh, masak saya harus stand by di warnet sampai 10 jam? Ya kalau downloadnya selesai, kalau tidak? Tentu saja yang terjadi adalah tekor :)

Setelah hampir 3 jam surfing sana surfing sini sambil nunggu proses download ubuntu-7.04-desktop-i386.iso, ternyata file yang terdownload baru sekitar 130 MB dari 697,9 MB. Nah, pada saat saya mau pulang ini saya punya ide cemerlang :) Kenapa proses download tidak saya lanjutkan saja meski saya sudah tidak pakai internet di warnet tersebut :))) Akhirnya ide ini saya jalankan. FDM Portable saya setting untuk menutup dirinya sendiri saat download komplit dan tray icon saya sembunyikan meski proses download tetap jalan. Dan, jadilah saya pulang dengan harap-harap cemas, semoga tidak ada yang merestart komputer yang saya pakai tersebut.

Saya berencana untuk menengok downloadan saya tersebut hari Sabtu. Tapi saya rasa ini terlalu lama, jangan-jangan nanti ada yang delete file itu lagi. Hari Jum'at, saya ga bisa ke warnet karena harus masuk kerja. Akhirnya hari Kamis sekitar jam 19.30 (habis pulang kerja) saya memutuskan untuk ke warnet demi menengok downloadan saya. Oh ya, hari Kamis ini adalah hari yang berat karena saya masuk jam 08.20 dan baru bisa pulang jam 18.30 karena ada rapat. Gila, di sekolah berapa jam tuh saya?

Nah, berita gembira. Ternyata ubuntu-7.04-desktop-i386.iso yang saya download hari Rabu (satu hari sebelumnya) sudah selesai. Di filenya tertulis kalau download selesai hari Rabu jam 18.38 (download mulai di hari yang sama jam 09.40). He.. he.. he.., saya curang ya? OK, akhirnya ubuntu-7.04-desktop-i386.iso saya copy ke flash disk lalu saya bakar ke DVD+RW dengan K3b. Dan, seperti dugaan Anda, malamnya dari jam 21.00 sampai esok hari jam 03.00 saya ngoprek Ubuntu 7.04.

Pada saat saya ngambil ubuntu-7.04-desktop-i386.iso di warnet, saya lihat banyak file-file .exe yang bukan milik saya tiba-tiba ada di flash disk saya. Saya sudah nebak, ini pasti virus. Dan ternyata benar, file-file .exe asing tersebut adalah Worm.Brontok-31 menurut ClamWin. Kalau Anda mau Worm.Brontok-31 tersebut, silahkan download di sini :) Jangan kuatir, Worm.Brontok-31 tersebut sudah saya zip dan saya ubah ekstensinya menjadi .txt, sehingga tidak akan menular ke komputer Anda kecuali Anda ubah ekstensinya menjadi zip dan Anda ekstrak filenya.

Ini adalah snapshots Kubuntu 7.04 ku

Kubuntu dengan FluxBox (simbahnya bbLean ^-^)

Kubuntu dengan Gnome alias Ubuntu :)

Kubuntu dengan KDE plus SuperKaramba. Anda pasti ingin punya Kubuntu seperti ini kan?

See U soon.

Wednesday, May 16, 2007

Welcome Back Linux

Merasa agak ketinggalan jaman dengan Mandrake 10.0, Kamis 10 Mei 2007, saya kembali menginstall kubuntu 6.06 LTS. Kali ini saya betul-betul serius, tidak akan menguninstall kubuntu ini sebelum saya mencoba menggunakannya dengan Open Mind.

Jika Anda tidak tahu apa itu kubuntu, silahkan cek http://www.kubuntu.org. Secara singkat, kubuntu adalah saudara kembarnya ubuntu. Bedanya kubuntu dengan ubuntu adalah desktop environmentnya. Kubuntu menggunakan KDE dan ubuntu menggunakan Gnome. Kenapa saya memilih kubuntu dan bukan ubuntu? Jawabannya adalah karena saya lebih nyaman menggunakan KDE daripada Gnome, hanya itu. Dari pertama kali menggunakan Linux, saya lebih nyaman dengan KDE dan agak sungkan menggunakan Gnome.

Anda masih bingung juga dengan kubuntu dan ubuntu? OK. Saya coba untuk jelaskan. Kubuntu dan ubuntu adalah distro Linux turunan Debian yang disponsori Canonical Ltd. Debian adalah distro Linux yang menjunjung tinggi hak cipta. Hal ini menyebabkan kubuntu dalam versi standardnya tidak bisa memainkan file mp3 karena codecnya tidak disertakan. Solusi dari ini adalah gunakan ogg sebagai pengganti mp3. Saya yang biasanya menggunakan Mandrake (turunan Red Hat) perlu beradaptasi sedikit dengan kubuntu.

Seperti kita ketahui bersama, Linux itu free dalam arti bebas dimodifikasi maupun free dalam arti gratis. Nah, gratisnya Linux ini kadang bikin senewen karena kita harus mendownload dulu isonya. Sebagai contoh adalah kasus Mandriva yang kuhadapi minggu lalu. Mandrivanya sih gratis, tapi untuk mendapatkan isonya yang ukurannya 4 GB, saya harus download dari mana? (FYI, saya belum punya koneksi internet).

Nah, beda dari distro-distro lainnya, kubuntu tidak memaksa kita untuk mendownload isonya. Sebagai gantinya, kita bisa minta dikirimi CD kubuntu ke alamat rumah kita, dan ini benar-benar gratis. Saya sudah 2X minta dikirimi CD kubuntu. Yang pertama 5 keping CD ubuntu dan yang kedua 5 keping CD kubuntu. Keduanya sampai rumah memakan waktu 4 mingguan. Biaya yang harus kukeluarkan adalah 3 ribu untuk membayar ongkos kirim Pos Indonesia (lucu ya, antar negara gratis, antar kota bayar ^-^). Saya merequest CD ubuntu dan kubuntu itu pada September 2006. FYI, saya sekarang sedang menunggu kubuntu dan ubuntu yang baru aja dirilis April 2007. Requestku sudah diterima dan CD dalam perjalanan menuju rumahku. Kalau Anda pingin minta kubuntu dan ubuntu juga, silahkan cek http://shipit.ubuntu.com.

Yang tidak kusuka dari kubuntu adalah sangat sedikitnya paket aplikasi yang disertakan. Hal ini bisa dipahami karena media yang digunakan pada kubuntu adalah CD bukan DVD. Cara untuk menambah aplikasi adalah kita harus mengambilnya via internet. Meski begitu, team pengembang kubuntu sudah memastikan bahwa paket aplikasi dalam CD kubuntu adalah paket aplikasi yang sangat penting dan pasti kita pakai seperti OpenOffice.org, amaroK, dan K3b.

Seperti yang sudah saya katakan di minggu lalu, cintaku pada Mandrake 10 kandas karena OpenOffice.org. Waktu itu, tahun 2004, OpenOffice.org masih versi 1x. Saya sudah mencoba menggunakannya dan (jujur nih) waktu itu OpenOffice.org super jelek banget. Kompatibilitas dengan dokumen MS Office payah. Buat ngetik, susah banget. Pokoknya super menyebalkan :)

Kini tahun 2007 dan OpenOffice.org sudah mencapai versi 2x. Kebetulan, saya punya tugas untuk ngetik soal tes Penerimaan Siswa Baru. Moment ini tidak saya sia-siakan. Saya berjanji untuk menggunakan kubuntu dan OpenOffice.org dalam menyelesaikan tugas ini. Dan sungguh di luar dugaan, sekarang menggunakan OpenOffice.org sangat mudah, malah lebih mudah daripada menggunakan MS Office Xp (bajakan) di Windows. Sungguh, hal ini membuat saya semakin ingin untuk menggunakan kubuntu.

Kompatibilitas OpenOffice.org 2x dengan MS Office perlu diacungi jempol. Dan itu tidak cukup 1 jempol, tapi 4 jempol, yaitu 2 jempol tangan dan 2 jempol kaki :) Pada kasus saya, ketika dokumen OpenOffice.org saya konversi ke doc, file doc tersebut bisa dibuka dengan MS Office Xp tanpa ada kesalahan sedikit pun. So, apa lagi yang saya butuhkan? Sudah gratis, bagus, mudah, handal pula. Dan dengan kondisi seperti ini Anda belum juga mau mencobanya?

Kepuasanku kepada dunia Linux kembali muncul. Dari Kamis 10 Mei 2007 sampai saat menulis postingan ini, saya lebih sering berkomputer dengan kubuntu daripada dengan Windows. Banyak, sangat banyak sekali hal baru dalam kubuntu yang harus saya ketahui.
Welcome Back Linux.

Berikut ini adalah snapshot dari kubuntuku.
amaroK, audio playernya KDE.

OpenOffice.org 2.0 dan soal test Penerimaan Siswa Baru :)

Konqueror (file manager dan browsernya KDE) dan about KDE.

Tampilan desktop dan Konsole yang transparent. BTW, saya sudah ingat command untuk ngecek kapasitas harddisk :)

See U soon.

Gita Gutawa - Vocalizing

Blogger template 'Fundamental' by Ourblogtemplates.com 2008.

Jump to TOP

Blogger templates by OurBlogTemplates.com