Friday, May 02, 2008

Kembali ke Kubuntu

Sebagai pengguna Ubuntu yang baik, tentu saja saya sudah mencoba Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, maupun Edubuntu. Dari semua itu saya lebih memilih untuk menggunakan Kubuntu, Xubuntu, kemudian baru Ubuntu dan Edubuntu.

Kok Ubuntu ada di pilihan terakhir?
Saya ga suka Ubuntu karena saya ga suka gnome. Gnome sebenarnya bagus dan tampilannya orisinal. Tapi saya ga betah pake Nautilus. Nautilus membatasi gerak saya mengeksplorasi file dan sangat ga sebanding dengan Konquerornya KDE.

Kalau Xubuntu gimana tuh?
Saya suka Xubuntu karena ringan dan Thunar lebih bagus dari Nautilus.

Pilih Kubuntu kenapa?
Banyak alasan. Salah satunya lha ya tadi itu, karena Konqueror hebat banget. Tabbed, mouse gesture, meski lebih berat dari Nautilus. Saya suka banget dengan KDE meski tampilannya kurang orisinal n mirip Windows. Tapi ini ga mengapa karena kita bisa mengkonfigurasi KDE semau kita sampai dia ga mirip Windows sama sekali.

Dari awal coba Ubuntu, saya langsung menggunakan Kubuntu. Sampai beberapa bulan lalu saya agak bosan dengan KDE dan mencoba Xubuntu akhirnya keterusan. Ketika saya mencoba Hardy, Ubuntulah yang pertama saya coba. Cuma beberapa hari, dan akhirnya saya kembali ke Kubuntu.

Kenapa?
Karena :
  1. Saya kangen dengan Konqueror. Pertama pake Kubuntu, saya langsung men"sudo dpkg -P dolphin" karena saya kecewa dengan kemampuannya. Agak heran juga, kenapa KDE membuat file manager yang mirip Nautilus ketika dia sudah punya Konqueror yang sangat hebat.
  2. Faktanya saya lebih banyak menggunakan aplikasi berbasis KDE daripada Gnome. Misalnya k3b, kdenlive, smplayer, dan tentu saja Konqueror. Aplikasi berbasis Gnome yang saya pakai cuma GIMP dan firefox. Jadi kalau saya memaksakan diri untuk memakai Ubuntu, yang terjadi malah redundansi aplikasi, banyak aplikasi yang sama fungsinya cuma beda "induk"nya.
  3. Saya kangen ma superkaramba.
  4. Waktu jamannya Gutsy, aplikasi berbasis Gnome (gtk) jika dibuka dengan Kubuntu warnanya ga maching. Sekarang dengan Hardy, hal itu sudah ga terjadi lagi. Ini cuman setingan atau tambahan fitur saya kurang tahu. Yang jelas, sekarang aplikasi berbasis gtk lebih nyaman dilihat dengan Hardy.
Seperti biasa, ini snapshot Hardyku.

Hal baru pada Ubuntu Hardy, kalau ada lebih dari 1 kegiatan copy file, jendela proses akan jadi satu.

Kubuntuku dengan audacious plus compiz-fusion.

Kubuntuku dengan superkaramba. Bagus kan?


See U Soon.

Gavin DeGraw - I Don't Want to Be (Stripped Version).

Tuesday, April 29, 2008

Ubuntu Hardy Heron dan dilema DVD Repositori

Ubuntu 8.04 (Hardy Heron) resmi dirilis 24 April 2008 kemarin. Hardy Heron memberikan sejarah tersendiri bagiku sebagai Ubuntu tercepat yang kucicipi dari tanggal rilisnya. Aku resmi menggunakan Hardy Heron satu hari setelah tanggal rilisnya berkat internet di sekolah.

Jum'at 25 April 2008, di sekolah ada MaBIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). MaBIT dimulai hari Jum'at jam 1700 sampai Sabtu esok harinya jam 0800. Moment ini tentu tidak aku sia-siakan. Dari Jum'at pagi jam 9an aku sudah download iso Ubuntu 8.04 alternate dari sini. Download selesai sekitar jam 16 dan aku mulai install Hardy jam 17. Alasan download iso Hardy dari sini karena servernya ada di Indonesia sehingga (harapannya) proses download akan cepat.

Kok pilih yang alternate bukan yang live cd?
Karena yang alternate bisa di "sudo apt-cdrom add" plus yang live cd sudah dalam proses pengiriman (request ubuntu cd via shipitku disetujui dua hari sebelumnya).

Katanya Kubuntu (Xubuntu) mania, kok yang didownload Ubuntu?
Karena Ubuntu adalah dasar dari Kubuntu dan Xubuntu, maka bagiku cukup penting untuk melihat ada perubahan apa saja yang sudah terjadi padanya. Belum tentu kok aku akan selalu menggunakan ubuntu dengan banyaknya godaan dari KDE dan XFCE.

Begitu Ubuntu selesai diinstall, hal pertama yang ku "sudo apt-get install" adalah k3b karena itu aplikasi penting yang kuingat waktu itu. Setelah itu aku menginstal dpkg-dev, xubuntu-desktop dan kubuntu-desktop, sekalian biar puas cicipi semuanya aja :D meski ini sebaiknya tidak dilakukan.

Ngapain rakus banget ngembat KDE, GNOME, dan XFCE?
Karena aku menggunakan komputer yang kuinstall Ubuntu itu sebagai reponya komputer yang kugunakan di rumah. Aku mendownload semua paket yang kuperlukan untuk komputer di rumah via komputer "korban" tersebut. Setelah proses "sudo apt-get install" selesai, semua packages yang ada di "/var/cache/apt/archives" kucopy ke flashdisk dan kutaruh di folder localrepo di komputer rumah lalu ku "sudo dpkg-scanpackages" sehingga aku punya repo untuk Ubuntuku.

Oh ya, hari itu ketika "sudo apt-get install" aku sering mengalami gangguan karena server repository "http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/" memberikan kabar bahwa banyak package yang tidak tersedia di sana. Masalah ini selesai setelah aku menambahkan repository "http://kambing.vlsm.org/ubuntu/" di file /etc/apt/sources.list.

Adanya internet di sekolah memberikan kebahagiaan tersendiri. Aku bisa merasakan enaknya "sudo apt-get install" seperti kebanyakan pengguna Ubuntu di belahan dunia lainnya. Adanya internet juga memberikan dilema tersendiri, haruskah aku ikut-ikutan memesan DVD repo, yang sedikitnya menguras uang 50 ribu rupiah (dan aku punya semua packages Ubuntu meski belum tentu semuanya kupakai) atau aku tetap seperti saat ini?

Ga perlu waktu lama, akhirnya aku kembali ke Kubuntu

See U soon.

Joe Satriani - All Alone.

Friday, February 22, 2008

Sibuk ngapain aja sih sekarang?

Ada yang bertanya, sekarang saya lagi sibuk ngapain aja sih sampai jarang ngeblog?
Ini salah satu jawabannya.

http://narutofob.com/
Di sana ada banyak anime yg bisa kita download n tentu saja gratis. Saya sampai sekarang sudah download 4 seri. Yaitu : Devil May Cry, Sousei no Aquarion, Claymore, dan Hayate no Gotoku. Dari semua anime tersebut, saya paling suka dengan Claymore.

Pertama nonton Claymore, saya merasa ga ada yg spesial dari film ini. Begitu mulai masuk episode flashback, saya mulai menyukai Claymore. Kalau Anda memutuskan untuk mendownload Claymore, saya pastikan Anda akan memahami arti dari yoki, yoma, dan the awakened one :D Kalau Anda sudah nonton Claymore tapi tetap belum paham dengan arti kata-kata tersebut, ada 2 kemungkinan, yang pertama Anda ngantuk atau yang kedua Anda ga bisa bahasa Inggris ^-^ dan ini berarti Anda belum terClaymorekan. Bagi saya, Claymore adalah animasi terbagus yang pernah saya tonton dilihat dari jalan ceritanya. Soal Animasinya, menurut saya cukup bagus juga. Tapi ceritanya.... seeeeep lah.

Saya download Hayate no Gotoku untuk istri saya. Hayate no Gotoku ceritanya tentang keseharian seorang bodyguard yang menjaga seorang putri. Ceritanya lucuuuuuuu banget yang sudah pasti sesuai dengan selera istri saya :D

Devil May Cry saya download karena penasaran dengan ceritanya n Sousei no Aquarion karena ada mechanya (3 pesawat bisa gabung jadi robot, wuiiiiih keren ga tuh ^-^).

Pesan saya cuma satu. Cepetan download Claymore sebelum tuh website mati :D

See U Soon

The Cranberries - Everything I Said

Blogger template 'Fundamental' by Ourblogtemplates.com 2008.

Jump to TOP

Blogger templates by OurBlogTemplates.com