Monday, May 19, 2008

Awalnya PCMan File Manager, Berakhir dengan Xubuntu

Waktu browsing saya nemu postingan tentang PCMan File Manager. Sejurus kemudian, saya langsung tergoda untuk mencobanya. Kebetulan PCMan File Manager mempunyai fitur yang hanya dimiliki oleh Konqueror, yaitu tabbed. Karena PCMan File Manager dibuat berdasarkan GTK, maka saya pun langsung menghapus semua aplikasi yang berbasiskan QT (KDE) sekalian nyoba "sudo apt-get install xubuntu-desktop". Lagian tuh Xubuntu kan sudah lengkap saya download, sayang juga kalau ga dipake.

Pas nyoba PCMan File Manager, saya menemukan satu kelemahan. Meski PCMan File Manager sudah disetting untuk view file by type, kalau ditutup n terus dibuka lagi, dia akan otomatis tersortir dengan view file by name. Kekurangan ini cukup membuat saya kesal dan saya langsung menghapus PCMan File Manager.

Sudah kepalang tanggung install Xubuntu, saya putuskan untuk mengexplorenya. Hasilnya, Xubuntu Hardy cukup beda dengan Xubuntu Gutsy. Ia lebih enteng, stabil, dan cantik. Sulit untuk menjelaskannya dengan kata-kata. Paling asyik sih, silahkan aja Anda coba sendiri.

Tentu saja setingan default Xubuntu Hardy tidak membuatku puas. Setelah klik sana klik sini, edit sana edit sini, maka beginilah tampilan Xubuntu Hardyku saat ini.
Xubuntu plus Conky

Thunar, file managernya Xubuntu (XFCE). File manager terbaik setelah Konqueror. Coba bisa tabbed ya?

"My yesterday was blue dear
Still I'm a part of you dear
My lonely nights are through dear
Since you said you were mine
Oh, what a difference a day made
There's a rainbow before me
Skies above can't be stormy since that moment of bliss
That thrilling kiss
It's heaven when you find romance on your menu
What a difference a day made
And the difference is you, is you, is you"

Jamie Cullum - What a Diff'rence a Day Made

See U soon.

Monday, May 12, 2008

Firefox Jangan Ditutup

Apaan tuh Firefox jangan ditutup?
Firefox jangan ditutup adalah tulisan di screensaver pada 2 komputer di ruang guru sekolahku.

Maksudnya apa?
Maksudnya, saya kan hobby ngejunk alias ngedownload file apapun yang tampaknya penting dalam rangka menuh-menuhin harddisk :D Nah, seringnya kan downloadnya via rapidshare.com. Tuh rapidshare.com kalau download maunya pake firefox doang aka ga mau pake download manager. Jadinya saya kalau ngejunk harus pake firefox n demi kelancaran hal tersebut screensaver "Firefox jangan ditutup" tercipta agar proses ngejunk tidak gagal karena faktor human error.

"This is Major Tom to Ground Control
I'm stepping through the door
And I'm floating in a most peculiar way
And the stars look very different today

For here
Am I sitting in a tin can
Far above the world
Planet Earth is blue
And there's nothing I can do

Though I'm past one hundred thousand miles
I'm feeling very still
And I think my spaceship knows which way to go
Tell my wife I love her very much she knows"
Helloween - Space Oddity

See U soon.

Friday, May 02, 2008

Kembali ke Kubuntu

Sebagai pengguna Ubuntu yang baik, tentu saja saya sudah mencoba Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, maupun Edubuntu. Dari semua itu saya lebih memilih untuk menggunakan Kubuntu, Xubuntu, kemudian baru Ubuntu dan Edubuntu.

Kok Ubuntu ada di pilihan terakhir?
Saya ga suka Ubuntu karena saya ga suka gnome. Gnome sebenarnya bagus dan tampilannya orisinal. Tapi saya ga betah pake Nautilus. Nautilus membatasi gerak saya mengeksplorasi file dan sangat ga sebanding dengan Konquerornya KDE.

Kalau Xubuntu gimana tuh?
Saya suka Xubuntu karena ringan dan Thunar lebih bagus dari Nautilus.

Pilih Kubuntu kenapa?
Banyak alasan. Salah satunya lha ya tadi itu, karena Konqueror hebat banget. Tabbed, mouse gesture, meski lebih berat dari Nautilus. Saya suka banget dengan KDE meski tampilannya kurang orisinal n mirip Windows. Tapi ini ga mengapa karena kita bisa mengkonfigurasi KDE semau kita sampai dia ga mirip Windows sama sekali.

Dari awal coba Ubuntu, saya langsung menggunakan Kubuntu. Sampai beberapa bulan lalu saya agak bosan dengan KDE dan mencoba Xubuntu akhirnya keterusan. Ketika saya mencoba Hardy, Ubuntulah yang pertama saya coba. Cuma beberapa hari, dan akhirnya saya kembali ke Kubuntu.

Kenapa?
Karena :
  1. Saya kangen dengan Konqueror. Pertama pake Kubuntu, saya langsung men"sudo dpkg -P dolphin" karena saya kecewa dengan kemampuannya. Agak heran juga, kenapa KDE membuat file manager yang mirip Nautilus ketika dia sudah punya Konqueror yang sangat hebat.
  2. Faktanya saya lebih banyak menggunakan aplikasi berbasis KDE daripada Gnome. Misalnya k3b, kdenlive, smplayer, dan tentu saja Konqueror. Aplikasi berbasis Gnome yang saya pakai cuma GIMP dan firefox. Jadi kalau saya memaksakan diri untuk memakai Ubuntu, yang terjadi malah redundansi aplikasi, banyak aplikasi yang sama fungsinya cuma beda "induk"nya.
  3. Saya kangen ma superkaramba.
  4. Waktu jamannya Gutsy, aplikasi berbasis Gnome (gtk) jika dibuka dengan Kubuntu warnanya ga maching. Sekarang dengan Hardy, hal itu sudah ga terjadi lagi. Ini cuman setingan atau tambahan fitur saya kurang tahu. Yang jelas, sekarang aplikasi berbasis gtk lebih nyaman dilihat dengan Hardy.
Seperti biasa, ini snapshot Hardyku.

Hal baru pada Ubuntu Hardy, kalau ada lebih dari 1 kegiatan copy file, jendela proses akan jadi satu.

Kubuntuku dengan audacious plus compiz-fusion.

Kubuntuku dengan superkaramba. Bagus kan?


See U Soon.

Gavin DeGraw - I Don't Want to Be (Stripped Version).

Blogger template 'Fundamental' by Ourblogtemplates.com 2008.

Jump to TOP

Blogger templates by OurBlogTemplates.com