Friday, June 01, 2007

DVD Repository dan Iso Ubuntu plus Worm.Brontok-31

Ada apa dengan Kubuntuku dua minggu terakhir ini? Jawabannya, banyak. Banyak sekali yang terjadi dengan Kubuntuku dua minggu ini.

Seperti sudah saya katakan di beberapa minggu yang lalu, yang membikin saya kesal dengan Kubuntu adalah jumlah paket (program)nya yang sangat sedikit. Jumlah paket (program) yang sangat sedikit ini disebabkan karena media instalasi Kubuntu berupa CD bukan DVD. Kubuntu sendiri sebenarnya merupakan distro yang paketnya sangat-sangat lengkap. Tapi, paket-paket tersebut diletakkan di server (yang disebut dengan server repository) sehingga untuk mengambil (menginstall) paket, diperlukan koneksi internet.

Jadi, misalnya di Kubuntu Anda belum ada Firefox, Anda cukup mengetik sudo apt-get install firefox pada Konsole, maka Kubuntu akan mengambil paket Firefox di server repository dan langsung menginstallnya di Kubuntu Anda. Mudah bukan? Hal ini sangat mudah sekali tapi cukup menyakitkan bagi orang seperti saya yang notabene belum punya koneksi internet :(

Nah, suatu ketika saat saya surfing di warnet langganan saya, saya nyangkut ke DistribusiDvdReposUbuntu. Inti dari link tersebut adalah bahwa komunitas Ubuntu Linux Indonesia telah mengcopy semua paket yang tersedia di server repository Ubuntu dan membuatnya menjadi DVD Repository sehingga kita yang tidak mempunyai koneksi internet tetap bisa menikmati Ubuntu dengan sekomplit-komplitnya via DVD Repository tersebut :)

Karena tawaran ini begitu menggiurkan, langsung saja saya mencari daftar Distributor DVD Repository Ubuntu yang terdekat dengan saya di DistributorDvdReposUbuntu. Target ketemu, yang terdekat dengan saya adalah KSL UBL (Kelompok Studi Linux Universitas Budi Luhur). FYI, Universitas Budi Luhur terletak sekitar 4 km dari tempat tinggal saya. Tanpa menunggu lama, saya langsung mengirim email tentang maksud saya yang pingin punya DVD Repository Ubuntu Feisty skalian menanyakan harganya. Alhamdulillah, email cepat dibalas oleh Mas Kholid. Asyiknya, Mas Kholid menawarkan harga gratis jika yang saya copy adalah isonya. Wah, mata saya langsung berbinar-binar :) dan saya langsung setuju dengan gratisnya copy iso ini.

Setelah saling email, akhirnya didapat kesepakatan hari Selasa 22 Mei jam 20.30, saya dipersilahkan datang ke UBL untuk mengcopy iso DVD Repository Ubuntu Feisty tersebut. FYI, DVD Repository Ubuntu Feisty tersebut terdiri dari 4 keping DVD. Dengan asumsi 1 DVD = 4 GB, berarti saya harus punya space kosong sebanyak 16 GB. Karena Harddisk saya penuh, jadilah saya membuang hal-hal yang tidak begitu berguna di harddisk saya.

Selasa 22 Mei jam 20.15, saya akhirnya ke UBL. Di UBL saya bertemu dengan teman-teman KSL UBL. Mumpung ada kesempatan, saya bertanya banyak hal tentang Linux kepada mereka. Maklum saya masih amatir :) Berita gembira dari semua ini adalah saya ga jadi copy iso tapi malah diberi 4 keping DVD Repository Ubuntu Feisty secara cuma-cuma :) Ini semua kayaknya akibat saya bercerita ke Mas Kholid bahwa saya adalah seorang guru dari sekolah gratis untuk muslimah dhuafa. Buat KSL UBL, terima kasih banyak ya untuk semuanya ...

Pulang dari UBL, saya dah pingin cepet-cepet nyoba Kubuntu dengan seutuhnya. Tapi apa daya, Kubuntuku masih versi 6.06 (Dapper) sedangkan DVD Repository Ubuntu itu untuk versi 7.04 (Feisty). Saya sudah pesan Kubuntu 7.04 sih, tapi perkiraan sampainya masih 2 mingguan lagi. Duh, saya dah ga tahan untuk nyoba Kubuntu dengan seutuhnya.

Rabu pagi jam 09.30, (seperti biasa) saya ke warnet langganan saya dengan maksud mau mendownload iso Ubuntu dari ftp://tuma.vlsm.org/Ubuntu/Feisty/. Saya memilih mendownload dari tuma.vlsm.org karena servernya terletak di Indonesia sehingga proses download menjadi lebih cepat. Oh ya, saya tahu tentang tuma.vlsm.org dari kambing.vlsm.org.

Dari link beberapa iso Ubuntu yang tersedia, saya memilih mendownload ubuntu-7.04-desktop-i386.iso. Seperti biasa, saya mendownloadnya dengan FDM Portable. Pada saat mendownload iso Ubuntu tersebut, rata-rata kecepatan download adalah 30kb/s. Ukuran ubuntu-7.04-desktop-i386.iso adalah 697,9 MB. Menurut FDM Portable, saya membutuhkan waktu sekitar 10 jam untuk menyelesaikan proses download ubuntu-7.04-desktop-i386.iso. Padahal, di warnet tersebut saya hanya bisa pakai internet selama 3 jam karena saya pakai paket 3 jam. Waduh, masak saya harus stand by di warnet sampai 10 jam? Ya kalau downloadnya selesai, kalau tidak? Tentu saja yang terjadi adalah tekor :)

Setelah hampir 3 jam surfing sana surfing sini sambil nunggu proses download ubuntu-7.04-desktop-i386.iso, ternyata file yang terdownload baru sekitar 130 MB dari 697,9 MB. Nah, pada saat saya mau pulang ini saya punya ide cemerlang :) Kenapa proses download tidak saya lanjutkan saja meski saya sudah tidak pakai internet di warnet tersebut :))) Akhirnya ide ini saya jalankan. FDM Portable saya setting untuk menutup dirinya sendiri saat download komplit dan tray icon saya sembunyikan meski proses download tetap jalan. Dan, jadilah saya pulang dengan harap-harap cemas, semoga tidak ada yang merestart komputer yang saya pakai tersebut.

Saya berencana untuk menengok downloadan saya tersebut hari Sabtu. Tapi saya rasa ini terlalu lama, jangan-jangan nanti ada yang delete file itu lagi. Hari Jum'at, saya ga bisa ke warnet karena harus masuk kerja. Akhirnya hari Kamis sekitar jam 19.30 (habis pulang kerja) saya memutuskan untuk ke warnet demi menengok downloadan saya. Oh ya, hari Kamis ini adalah hari yang berat karena saya masuk jam 08.20 dan baru bisa pulang jam 18.30 karena ada rapat. Gila, di sekolah berapa jam tuh saya?

Nah, berita gembira. Ternyata ubuntu-7.04-desktop-i386.iso yang saya download hari Rabu (satu hari sebelumnya) sudah selesai. Di filenya tertulis kalau download selesai hari Rabu jam 18.38 (download mulai di hari yang sama jam 09.40). He.. he.. he.., saya curang ya? OK, akhirnya ubuntu-7.04-desktop-i386.iso saya copy ke flash disk lalu saya bakar ke DVD+RW dengan K3b. Dan, seperti dugaan Anda, malamnya dari jam 21.00 sampai esok hari jam 03.00 saya ngoprek Ubuntu 7.04.

Pada saat saya ngambil ubuntu-7.04-desktop-i386.iso di warnet, saya lihat banyak file-file .exe yang bukan milik saya tiba-tiba ada di flash disk saya. Saya sudah nebak, ini pasti virus. Dan ternyata benar, file-file .exe asing tersebut adalah Worm.Brontok-31 menurut ClamWin. Kalau Anda mau Worm.Brontok-31 tersebut, silahkan download di sini :) Jangan kuatir, Worm.Brontok-31 tersebut sudah saya zip dan saya ubah ekstensinya menjadi .txt, sehingga tidak akan menular ke komputer Anda kecuali Anda ubah ekstensinya menjadi zip dan Anda ekstrak filenya.

Ini adalah snapshots Kubuntu 7.04 ku

Kubuntu dengan FluxBox (simbahnya bbLean ^-^)

Kubuntu dengan Gnome alias Ubuntu :)

Kubuntu dengan KDE plus SuperKaramba. Anda pasti ingin punya Kubuntu seperti ini kan?

See U soon.

4 comments:

IAN

Pak KDE, GNOME dan FLUX itu adalah explorernya kan?, yang KDE itu mirip sekali dengan windows ya Pak, apakah karena itu Bapak memilih KDE? Apakah ada tempat lain untuk mendapatkan DVD Repository itu Pak?

IAN

Pak Iffan, kenapa Pak Iffan mendownload ubuntu-7.04-desktop-i386.iso, bukankah Bapak menggunakan Kubuntu?, karena Bpk bilang lebih suka dengan Kubuntu. Seharusnya kan download ini Pak, kubuntu-7.04-desktop-i386.iso?

IAN

Oia Pak, kubuntu berat tidak di komputer dg spek, Pentium 2 dan ram 128 MB? klo tidak distro linux apa yang kira2 tdk terlalu berat dg komputer saya tsb? terima kasih, maaf Pak, tanya terus..

arzanulhaq

@ Ian, KDE dan Gnome Desktop Environmentnya Linux, bukan hanya windows explorernya. Kapan-kapan saya jelaskan. Bukan KDE yang mirip Windows, tapi karena saya masih Windows minded makanya tampilan KDE saya mirip Windows :)
Saya download ubuntu-7.04-desktop-i386.iso untuk ngecek apa sih bedanya antara Ubuntu dengan Kubuntu. Setelah CD Kubuntu pesanan saya datang, ubuntu langsung saya format ulang jadi Kubuntu.
Kubuntu terlalu berat untuk pentium 2. Coba Xubuntu.

Blogger template 'Fundamental' by Ourblogtemplates.com 2008.

Jump to TOP

Blogger templates by OurBlogTemplates.com