Tuesday, January 13, 2009

Definisi Up2Date Ubuntu dan ArchLinux

Masih segar diingatan saya ketika saya baru aja menggunakan Intrepid Ibex, Ngodod mengatakan bahwa ia akan tetap berHardy Heron karena Hardy LTS yang berarti lebih stabil. Saya lebih memilih Intrepid Ibex karena lebih baru yang berarti lebih kaya fitur.

Dalam setahun Ubuntu akan mengeluarkan dua kali stable release di bulan April dan Oktober. Tiap release itu akan didukung update dan securitynya selama 1,5 tahun. Khusus edisi LTS (Long Term Support) akan didukung selama 3 tahun untuk versi desktop dan 5 tahun untuk versi server.

Proses update Ubuntu sangatlah mudah. Pertama kita membandingkan versi (sinkronisasi) aplikasi yang sudah kita install dengan aplikasi yang ada di repository Ubuntu dengan perintah "apt-get update". Jika ada aplikasi direpository yang lebih baru dari versi yang sudah kita install, kita bisa mengupgradenya dengan perintah, "apt-get upgrade".

Ritual "apt-get update" dan "apt-get upgrade" ini selalu saya lakukan setiap hari di waktu pagi agar Ubuntu selalu up2date. Dan ya, saya merasa up2date setelah ritual ini selesai. Dan rasa up2date itu hancur ketika saya mulai mengenal ArchLinux. Dibandingkan dengan ArchLinux, update yang dilakukan Ubuntu adalah update semu belaka.

Kok bisa ???
Ya bisalah.

Saat menggunakan Intrepid Ibex, dia menggunakan package kernel "linux-image-2.6.27-7-generic_2.6.27-7.16_i386.deb". Dari nama package linux-image-2.6.27-7-generic_2.6.27-7.16_i386.deb, setidaknya kita bisa mengetahui bahwa :
Nama package : linux-image
Versi package : 2.6.27
Revisi package : 7
yang maksudnya bahwa package kernel yang digunakan Intrepid Ibex adalah kernel versi 2.6.27 yang sudah dimodifikasi oleh developer Ubuntu sampai versi 7.

3 minggu yang lalu, saat saya menggunakan Intreid Ibex versi kernel sudah berubah dari :
linux-image-2.6.27-7-generic_2.6.27-7.16_i386.deb menjadi
linux-image-2.6.27-9-generic_2.6.27-9.19_i386.deb.

Terlihat kan bahwa sekeras apapun saya berusaha mengupdate Ubuntu, yang akan saya dapatkan adalah update versi developer Ubuntu (update package) bukan update versi developer software. Jika pada saatnya nanti ada kernel versi baru, versi 2.6.28 misalnya, nih kernel ga akan ada di Intreid Ibex dengan ritual update tadi. Kernel 2.6.28 untuk Ubuntu versi selanjutnya dari Intrepid Ibex, bukan Intreid Ibex. Ini yang saya sebut dengan update semu.

Gimana dengan ArchLinux? Apakah dia ga pake update semu?
Ya, ArchLinux juga menggunakan update semu dan yang lebih penting, ArchLinux juga menggunakan update dalam arti update yang sesungguhnya.

Iso installer ArchLinux yang terbaru, dirilis Juli 2008, menggunakan kernel versi 2.6.25. Begitu selesai install dan kita melakukan ritual update, ArchLinux meminta kita untuk mengupdate kernel dari versi 2.6.25 ke 2.6.27. Saat ini kernel linux sudah sampai versi 2.6.28 yang mendukung ext4. ArchLinux sudah punya kernel 2.6.28 di repositorynya meski masih versi [Testing]. Paling telat, bulan ini tuh kernel 2.6.28 akan resmi keluar untuk user ArchLinux. Bagaimana dengan Ubuntu? Tunggu Jaunty di bulan April.

Di dunia ArchLinux, kernel aja bisa diupdate, apalagi hanya sekedar software biasa semacam firefox atau apapun itu. Point saya di sini, kenapa kok distro yang lain ga berpikiran sama dengan ArchLinux? Terlalu sulitkah untuk update versi software bukan versi developer distro?

ArchLinux menyebut ritual updatenya dengan nama "rolling releases". Lha enaknya apa dengan "rolling releases"nya ArchLinux?
Pertama, Anda hanya perlu install ArchLinux sekali seumur hidup. Setelah terinstall, Anda ga perlu nunggu 6 bulan atau 3 tahun untuk merasakan ArchLinux yang terbaru. Asal ritual update Anda lakukan, berarti ArchLinux Anda adalah versi terbaru yang sama dengan versi yang saya gunakan dan tentunya sama dengan ArchLinux yang digunakan user lain dibelahan dunia. Setidaknya kejadian perang antara saya dan Ngodod di atas ga perlu terjadi.

Analoginya seperti ini.
Saya pake Ubuntu.
Ubuntu apa?
Gutsy Gibbon?? Hardy Heron?? Intrepid Ibex??

Saya pake ArchLinux.
ArchLinux apa?
ArchLinux yang sama dengan yang Anda pakai. ArchLinux yang sama dengan ArchLinux yang digunakan user ArchLinux lain di dunia ini maupun planet lainnya :D

Kedua, hemat bandwidth. Sebagai contoh, kernel tuh besarnya 22 Mb. Dengan Ubuntu, 22 Mb hanya akan membawa ritual update ke perubahan versi developer distro. Dengan ArchLinux 22 Mb akan membawa perubahan versi developer software dan distro.

Dan tentu Anda ga perlu download software dengan versi yang sama hanya karena versi distro naik. Saat ini saya masih nyimpen repository local untuk Ubuntu Hardy Heron maupun Intrepid Ibex. Padahal beberapa softare versinya sama. Hanya karena ganti versi distro, maka saya harus download ulang tuh software. ArchLinux??? Ga perlu.

Terus gimana Bang??
Lha ya langsung aja hapus tuh Ubuntu dan ganti dengan ArchLinux :D
Sorry bercanda.

Sekarang terserah Anda, mau pake Ubuntu atau ArchLinux itu ga mengapa asal bukan Windows :D Pake Windows sebenarnya ga pa-pa kok, asal ga mbajak.

Harapan saya sih, semoga Anda demam setelah membaca postingan saya ini dan langsung menggunakan ArchLinux, seperti saat saya pertama kali mengetahui fakta ini.

Kenapa kok ngotot banget nyebarin ArchLinux Bang?
Karena ArchLinux bagus. Saya ngotot karena rasanya senang banget pake ArchLinux. Dan saya ingin orang lain bisa merasakan rasa senang ini.

Berarti sekarang Anda anti Ubuntu Kang?
Tentu tidak, Ubuntu is good. Saya masih menggunakan LiveCD Ubuntu untuk memperkecil partisi NTFS sisa Windows yang mau disumbangkan ke ArchLinux. Saya juga sering ngambil source kode aplikasi yang mau saya kompile sendiri dari packages.ubuntu.com. Cuman ya tadi, fakta harus disebarkan, ilmu dan rasa senang harus dibagi.

See U Soon.

Linkin Park - Qwerty (Studio Version)

12 comments:

Anonymous

Fell like I'm in outer space.... What are you talking about my friend? I don't get it.

agil***

RameTux

Nice.. Nice.. Nice posting.
Perkenalken om, nubie di arch. Pengguna ubuntu juga, dan ikutan di BlankOn :-D

arzanulhaq

@ RameTux, thx. Di sini pengguna Arch, mantan pengguna Ubuntu dan belum pernah coba BlankOn :D

Anonymous

Alasan distro lain (ubuntu) tidak seperti arch menurut saya krn alasan stabilitas, aplikasi baru dari upstream biasanya mempunyai tambahan fungsi baru, fungsi2 baru menambah kemungkinan adanya bug (walau belum tentu ada) belum lagi kalau ada masalah pergantian konfigurasi dan kompatibilitas dengan software lain.

Arch (yg bagi saya merupakan distro meta) IMHO cocoknya untuk orang yg sudah mengerti(pernah menggunakan) linux (atau tujuannya untuk mengerti), bisa (punya kebiasaan) membaca man, dan "mandiri" mencari informasi sendiri bila membutuhkan bantuan. Poinnya orang ini harus menyukai "mengkonfigurasi" sistemnya bukan hanya menggunakan.

NB: saya juga pengguna Archlinux, dan Arch cocok untuk saya tp bukan berarti cocok untuk semua orang (khususnya mereka yg baru di linux secara kultur ataupun teknikal)

--matahari--

arzanulhaq

@ matahari, saya setuju dengan semua komentar Anda.

"belum lagi kalau ada masalah pergantian konfigurasi"
Saya mengalami itu pada PulseAudio. Cukup bikin senewen juga.

dani

saya pemula arch. sejak dulu make gento dah pengen nyicip arch. baru kesampaian sekarang. sepertinya sih bakalan betah. kita liat aja nanti. :)

semoga saya ngga jadi kutu loncat distro dan latah upgrade aja.. :D

arzanulhaq

@ Dani, dijamin bakalan betah Kang :D Pake Arch enakeeeeeeee Pollllllll

darmanex

hahaa..seru membaca tulisan anda... :D
saya juga pengguna ubuntu, tapi disaat2 ini saya sedang ingin mencoba yang namanya ArchLinux *penasaran mode on* :D.
nice share atas fakta2nya...
keep posting...

_salam ^^

arzanulhaq

@ darmanex, silahkan dicoba Archnya Kang. Once you go Arch, You never go back :D

pandu32

OK...nice share gan, kapan2 harus dicoba ne :)

arzanulhaq

@ pandu32, thx juga Gan. Dicoba sekarang aja Gan :D

Dicky Afandi

mungkin kestabilan yang dipertimbangkan ubuntu mas :)

Blogger template 'Fundamental' by Ourblogtemplates.com 2008.

Jump to TOP

Blogger templates by OurBlogTemplates.com